Corona di Jabar Nanjak, Pasien Aktif di Bandung Melebihi Bekasi dan Depok

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 19:56 WIB
Data corona di jabar per 1 desember 2020
Foto: Sumber Pikobar Jawa Barat
Bandung -

Penambahan kasus COVID-19 di Jawa Barat terus bertambah setiap harinya. Pada Selasa (1/12), terdapat 878 penambahan kasus baru virus Corona di wilayah dengan jumlah penduduk mendekati 50 juta jiwa ini.

Penambahan kasus hari ini membuat Jabar sebagai penyumbang kasus COVID-19 kedua terbanyak, setelah DKI Jakarta yang mencatatkan 1.058 kasus baru COVID-19 pada hari yang sama. Posisi Jabar bersusulan dengan Jawa Tengah dengan 730 kasus baru dan Jawa Timur dengan 430 kasus.

Saat ini jumlah keseluruhan warga Jabar yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 53.395 orang. 6.710 di antaranya masih menjalani perawatan atau isolasi, 45.753 di antaranya dinyatakan sembuh dan 922 di antaranya meninggal dunia.

Satu hal yang menjadi sorotan, jumlah pasien aktif COVID-19 di Kota Bandung melompati jumlah pasien di Kota Bekasi dan Kota Depok, yang bersinggungan langsung dengan episentrum COVID-19 di Jakarta.

Saat ini jumlah pasien aktif di Kota Bandung mencapai 1.107 orang, sedangkan di Kota Bekasi mencapai 925 orang. Keterisian ruang rawat di Jabar pun sudah menunjukkan lampu kuning dengan melampui batas aman WHO yang berada di angka 65%.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, tingkat keterisian ruang isolasi di Jabar sudah mendekati angka 70 persen.

"Kami sudah rapatkan kalau laporan terakhir mendekati 70-an (persen), ada satu dua kota yang mendekati angka seratus, tapi bukan se-Jabar kira-kira begitu," ujar Ridwan Kamil.

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Berli Hamdani mengatakan, dua kota yang tingkat keterisian rumah sakitnya nyaris berada di angka 100 persen ialah Kota Bandung dan Kota Bekasi. Menurutnya, 41 persen pasien yang terpapar virus Corona berasal dari rujukan dari luar wilayah Jabar.

"Kota Bandung dan Kota Bekasi tapi sedang dicarikan solusinya," katanya.

Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung Muhammad Kamaruzzaman mengakui terjadi kenaikan jumlah pasien COVID-19. Lonjakan pasien ini terjadi secara signifikan sejak November 2020. Saat ini jumlah keterisian ruang perawatan COVID-19 di RSHS mencapai angka 95 persen.

"Ini dari grafik hari ke hari, ini menjadi perhatian bagi rumah sakit untuk meningkatkan baik jumlah perawatan maupun kapasitasnya," kata Kamaruzzaman.

(yum/ern)