Viral Kota Sukabumi Disebut Masuk Zona Merah, Ini Respons Walkot Fahmi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 20:08 WIB
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi
Foto: Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (Istimewa).
Sukabumi -

Sebuah tangkapan layar status Facebook yang menyebut Kota Sukabumi masuk zona merah tersebar di aplikasi perpesanan. Sebagian pengguna sosial mengaitkan informasi tersebut dengan status penanganan COVID-19 di Kota Sukabumi.

"KOTA SUKABUMI SUDAH ZONA MERAH TANPA PUBLIKASI HARAP WASPADA," demikian isi narasi dalam tangkapan layar kalimat berlatar belakang merah tersebut.

Melalui rekaman video Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memberikan tanggapan terkait hal itu. Menurutnya memang terjadi penambahan angka COVID-19 di Kota Sukabumi, namun menurutnya penentuan status zona berada di pemerintah pusat.

"Warga Kota Sukabumi yang saya cintai, dalam rangka untuk memperjelas beberapa informasi yang beredar saat ini melalui group WhatsApp perlu saya tegaskan saat ini kondisi penemuan kasus baru COVID-19 di Kota Sukabumi bertambah dari waktu ke waktu dari hari ke hari, termasuk hari ini kita lihat dari data yang ada terjadi penambahan," kata Fahmi, Jumat (27/11/2020).

Saat ini dijelaskan Fahmi, Forkopimda bersepakat untuk melakukan langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Salah satunya menghentikan aktivitas keramaian untuk sementara waktu.

"Itulah sebabnya Forkopimda bersepakat bahwa kita melakukan langkah langkah cepat dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. Di antaranya beberapa titik keramaian untuk sementara waktu kita meminta warga untuk tidak berkerumun dan juga kita harapkan warga semakin sadar dan waspada bahwa pandemi ini belum usai dan mari sama sama mendisiplinkan kan diri dengan melaksanakan 3M," ungkap Fahni.

"Jadi perlu saya sampaikan penutupan beberapa titik startegis seperti lapang merdeka, alun alun dan kawasan santa dan sekitarnya adalah sebagai ikhtiar dalam rangka kita memutus mata rantai penyebaran COVID yang terus bertambah di Kota Sukabumi," tutur Fahmi menambahkan.

Terkait zonasi saat ini ditegaskan Fahmi belum terjadi kenaikan, karena zonasi tersebut apakah merah, orange dan segala macam ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah akan menyampaikan perubahan perubahan zonasi kepada seluruh warga masyarakat. Kami harapkan warga tidak panik, tetap tenang, tetapi intinya mari terapkan protokol kesehatan secara baik dan benar hindari kerumunan dan juga sementara waktu tidak melakukan kegiatan kegiatan yang sifatnya mengundang banyak orang. Mari kita jaga Sukabumi kita dan mari kita mendisiplinkan diri kita dengan protokol kesehatan," tandasnya.

Dilihat detikcon dalam data terbaru Media Center COVID-19 Kota Sukabumi saat ini berada di zona orange. Dengan jumlah suspect 776 orang, selesai isolasi 503 orang, probable 10, konfirmasi 931 orang, diisolasi 52 orang, sembuh atau selesai isolasi 659 orang, Meninggal 20 orang.

Selanjutnya
Halaman
1 2