Kasus COVID-19 Meningkat, Pemkot Sukabumi Tutup Sementara Ruang Publik

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 13:19 WIB
Warga Sukabumi dihukum karena langgar protokol kesehatan.
Foto: Warga Sukabumi dihukum karena langgar protokol kesehatan (Istimewa).
Sukabumi - Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi terus mengalami peningkatan. Pemkot Sukabumi mengambil sejumlah kebijakan demi menekan penyebaran virus Corona.

Salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran Nomor 440/1512/-Humpro 2020 tentang kepatuhan dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Dalam aturan itu terdapat sejumlah poin yang mengatur soal pembatasan waktu operasional dan penutupan sementara lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Dalam surat edaran itu juga disebutkan soal tidak dilaksanakannya aktivitas publik di kawasan car free day (CFD) selain itu untuk sementara kawasan Lapang Merdeka dan alun-alun ditutup untuk sementara waktu.

Kadinkes Kota Sukabumi sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih membenarkan isi edaran dan narasi soal penutupan. Hal itu menurutnya berdasar pada adanya peningkatan kasus COVID-19.

"Kemungkinan penyebabnya (penutupan) karena peningkatan kasus dalam beberapa minggu terakhir ini dan itu juga masukan dari tim Satgas COVID kepada Pak Wali dan kita mengadakan evaluasi seminggu yang lalu bersama Forkopimda. Kita beri masukan kemudian di olah dulu bersama Pak Wali, kemudian muncul edaran," kata Rita, Jumat (27/11/2020).

Saat ditanya area mana yang akan tetap dibuka, Rita menyebut area perekonomian tetap akan dibuka. Penutupan khusus ditujukan untuk area non ekonomi. Regulasi aturan juga akan diberlakukan kepada area tempat makan-kafe.

"Kuncinya arena perekonomian tetap berjalan, kemudian yang kedua adalah area perkerumunan non ekonomi itu yang di kendalikan, dan sekarang Pak Wali memutuskan ditutup. Kemudian kafe, rumah makan sampai pukul 23.00 WIB apabila ditemukan tempat kerumunan izin dicabut sementara 1x24 jam," ujarnya. .

Rita juga menjelaskan kebijakan itu berlangsung hingga kasus COVID-19 di Kota Sukabumi bisa kembali dikendalikan.

Berikut isi edaran yang dikeluarkan oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi:

a. Seluruh masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan, dengan tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air yang mengalir, dan menjaga jarak minimal 1 (satu) meter;

b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi pada area tempat pelaksanaan aktivitas sebelum dan sesudah kegiatan;

c. Tidak melaksanakan kegiatan yang menghadirkan banyak massa, berkerumun, dan/atau berpotensi menimbulkan kerumunan;

d. Bagi masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa dan menyebabkan kerumunan, wajib mendapat izin dari pihak yang berwenang (Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 Tingkat Kota dan Kecamatan);

e. Pelanggaran terhadap penerapan protokol kesehatan dikenakan sanksi berupa penegakan hukum protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

f. Aktivitas di restoran, kafe, rumah makan, dan usaha sejenis:

1) dilaksanakan dengan jam operasional paling lama hingga jam 23.00 WIB dan wajib menerapkan protokol kesehatan;

2) dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin bagi pemilik, pengelola, dan/atau penanggung jawab restoran, kafe, rumah makan dan usaha sejenis apabila terjadi pelanggaran. (sya/mso)