Mantan Rektor Unpar Benedictus Suprapto Brotosiswoio Tutup Usia

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 17:57 WIB
Mantan Rektor Unpar Kota Bandung, Prof Dr Benedictus Suprapto Brotosiswoio
Foto: Mantan Rektor Unpar Kota Bandung, Prof Dr Benedictus Suprapto Brotosiswoio (Istimewa).
Bandung -

Mantan Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Kota Bandung, Prof Dr Benedictus Suprapto Brotosiswoio tutup usia di usia 86 tahun.

Dari informasi yang diberikan Humas Unpar, Benedictus meninggal dunia, Kamis (25/11) dini hari sekitar Pukul 03.55 WIB di Kamis, 25 November 2020 pukul 03.55 WIB di Jalan Cimandiri, Kota Bandung.

"Beliau mengalami sakit bawaan sejak beberapa tahun terakhir," kata Humas Unpar Magenta Paramitha dalam ketaatan tertulis yang diterima detikcom.

Magenta menuturkan, pria kelahiran Yogyakarta Tahun 1934 itu pernah menjabat sebagai Direktur Lembaga Fisika Nasional selama kurun waktu enam tahun, dari tahun 1968-1974. Dua tahun kemudian menjabat sebagai Direktur Menengah Kejuruan Depdikbud.

"Pada tahun 1992-1996 memimpin Universitas Terbuka sebagai Rektor," ujarnya.

Selain sebagai seorang ilmuwan yang mendedikasikan diri pada dunia pendidikan, ia juga menempati beberapa posisi penting di Unpar, baik di tingkat Universitas, yaitu sebagai Rektor, masa bakti 1998-2002 maupun sebagai Ketua Pengurus di tingkat Yayasan.

"Ia juga, aktif dalam berbagai organisasi profesi, seperti Himpunan Fisika Indonesia (HFI) dan aktif sebagai Associate Member, The Abdus Salam l International Centre for Theoretical Physics, Trieste, Italia," ujarnya.

Tak hanya itu, Benedictus juga pernah menulis sejumlah buku, di antaranya Fisika Kuantum (Penerbit Universitas Terbuka 2OO4), Pengantar Teori Komputosi Kuantum (Penerbit ITB 2005), serta Merentang Permodelan Matematika Gejala Alam dengan Bantuan Mesin Komputer (Penerbit UNPAR Press 2006).

Magenta menyampaikan, seluruh civitas akademika Unpar menyampaikan bela sungkawa dan merasa kehilangan sosok Benedictus.

Penghormatan terakhir akan dilaksanakan di Lobby Rektorat UNPAR, pada hari Jumat, 27 November 2020, dengan Misa Requiem yang dipimpin oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Uskup Bandung.

Sekedar informasi, jenazah akan dikremasikan pada hari Minggu, 29 November 2020 di Krematorium
Oasis Lestari, Tangerang.

"Bagi kami, beliau adalah seorang ilmuwan, seorang guru, dan seorang pemimpin yang santun. Segenap keluarga besar Civitas Akademik Universitas Katolik Parahyangan
menyatakan duka cita yang mendalam. Selamat jalan guru kami, pemimpin kami, terima kasih atas
ilmu dan dedikasi yang telah engkau berikan," pungkasnya.

(wip/mso)