SHT Belum Dibayar, Pensiunan PTPN Geruduk Gedung DPRD Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 12:17 WIB
Pensiunan PTPN geruduk gedung DPRD Jabar
Pensiunan PTPN geruduk gedung DPRD Jabar (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara Jabar Banten (FKPPN Jabban) menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (18/11/2020).

Peserta aksi yang rata-rata berusia paruh baya itu menuntut agar Santunan Hari Tua (SHT) mereka segera dibayarkan. Sebelumnya, peserta aksi berjalan dari Pusdai Kota dan berjalan ke Gedung DPRD Jabar dengan membawa spanduk aspirasi.

"Tolong pak dewan, tolong Anda sebagai perwakilan kami, mohon bisa menyampaikan kepada perusahaan untuk membayarkan hak kami," ujar salah seorang orator.

Salah seorang peserta aksi, Isur (55) mengatakan sejak tahun 2017, SHT yang sedianya harus diterima purna karya dari PTPN VIII tak lagi diberikan. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya uang SHT yang rata-rata mencapai puluhan juta Rupiah itu cair dalam waktu satu bulan.

"Sudah mau empat tahun berjalan tapi belum juga dibayarkan oleh perusahaan. Sekarang saya bingung, uang pensiun juga sebulannya hanya Rp 200 ribu," kata Isur. Ia menjadi pemetik teh di perkebunan teh Rancabali, Kabupaten Bandung.

Berbagai upaya pun, kata Isur, telah dilakukan forum pekerja melalui pendekatan persuasif, surat menyurat, pertemuan informal dan beberapa kali audiensi. Namun, hasilnya masih buntu.

"Sekarang saya ikut tinggal di rumah besan, memang malu tinggal seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, mau membangun rumah juga kan uangnya belum ada. Untuk biaya sehari-sehari dan menyekolahkan anak, saya berkebun. Alhamdulillah, tapi ada juga teman-teman yang lain yang malah jadi buruh tani," katanya.

Dari data yang dihimpun detikcom dari FKPPN Jabban, pensiunan PTPN VIII yang belum mendapatkan SHT pada tahun 2017 sebanyak 1.269 orang, kemudian pensiunan pada tahun 2018 sebanyak 1.302 orang dan pensiunan tahun 2019 sehanyak 1.382.

Total ada sekitar 3.952 purna karya yang belum dibayarkan SHT-nya dengan nilai pembayaran sebesar Rp 200.463.008.821.

Hingga pukul 11.20 WIB, perwakilan pekerja masih melakukan audiensi dengan Komisi V DPRD Jabar. Massa aksi ini berasal dari berbagai daerah perkebunan teh seperti Malabar, Montaya, Rancabali dan lainnya.

(yum/mud)