Round-Up

Tumbang Akibat COVID-19, Sejumlah Hotel di Jabar Tutup dan Dijual

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 12:19 WIB
Ilustrasi hotel bintang lima
ilustrasi (Foto: iStock)
Bandung -

Sektor perhotelan mengalami dampak terbesar akibat pandemi COVID-19 yang sudah berbulan-bulan. Akibatnya, beberapa hotel di Jabar dikabarkan akan dijual.

Hal itu diungkapkan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar.

"Banyak hotel yang tutup, yang mau dijual banyak. Kecuali hotel bintang 4-5 masih bagus. Tapi average room rate (ARR) lebih rendah 40 persen dari normal," ucap Herman saat dihubungi usai acara Himpunan Humas Hotel Bandung (H3B), Senin (9/11/2020).

Dilegonya hotel-hotel di Jabar ini tak terlepas dari kondisi ekonomi di Jabar. Terlebih saat ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mengalami resesi usai pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga negatif 3,48 persen.

"Sudah pasti itu (terkena dampak) karena dengan resesi itu daya beli kan berkurang, sedangkan pengangguran meningkat, orang kembali ke daerah-daerah," ujarnya.

"Dengan daya beli itu berkurang, kan berdampak kepada hunian hotel juga akan berkurang, termasuk restoran," imbuh dia.

Ibarat jatuh tertimpa tangga, beberapa hotel juga sebelumnya sempat tutup karena Corona, kemudian semakin parah karena terdampak resesi. Sehingga pihaknya melihat beberapa hotel ada yang sampai dijual.

"Pada April yang belum buka sekitar 519 hotel. Juli 2020 kan buka, tapi masih ada sampai sekarang yang belum buka 15 persen lagi. Kan berlanjut, pandemi belum habis kita sudah masuk ke resesi. Dampaknya seperti itu. Apalagi ini sampai Desember," tambah Herman.

"Pemerintah harus tanggap dalam menyikapi resesi ini salah satunya dengan segera membelanjakan anggaran daerah. (Itu akan berdampak pada bisnis hotel)," pungkas dia.

Tonton juga 'Cara Pengusaha Hotel Pertahankan Bisnisnya saat Dihajar Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]

(dir/mud)