Gubernur Ungkap Penyebab Pengangguran di Banten Bertambah

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 18:56 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim
Foto: Gubernur Banten Wahidin Halim (Bahtiar Rifa'i/detikcom).
Serang -

Gubernur Banten Wahidin Halim mengungkapkan, banyaknya industri yang tutup imbas COVID-19 menyebabkan bertambahnya pengangguran di Banten. Pada 2020, ada penambahan 171 ribu pengangguran sehingga total 661 ribu orang menganggur se-Banten.

"Karena daerah industri, dari 16 ribu industri sebagian bangkrut dan PHK. Di Tangerang kabupaten saja 30 ribu sudah, di Tangerang kota sudah ada 30 ribu PHK," kata Wahidin kepada wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Serang, Senin (9/11/2020).

Paling banyak yang menganggur juga disumbang oleh mereka yang lulusan SMK. Termasuk mereka yang bekerja di industri alas kaki yang menerima pukulan akibat pandemi.

Wahidin tidak menyebut secara spesifik berapa industri industri yang terdampak parah akibat pandemi. Namun, ia memperkirakan ada ratusan yang terdampak.

Soal lulusan SMK yang menyumbang paling banyak pengangguran, persoalan ini akibat dari tidak terserapnya jurusan-jurusan tertentu oleh industri dan kebutuhan kerja. Padahal, di Banten ada industri seperti farmasi dan kimia yang lebih butuh lulusan SMK, tapi jurusan yang dibutuhkan tidak memadai.

"Kemarin kan industri tidak terbuka kebutuhan skilnya, memang ada harus ada kebutuhan prodi agar sesuai kebutuhan industri," ujarnya.

Ia melanjutkan, meningkatnya pengangguran di Banten adalah akumulasi dari jumlah pengangguran di kabupaten kota. Semakin banyak pengangguran di daerah, maka akan menyumbang persentase pengangguran se-Banten. Penambahan jumlah pengangguran juga disebabkan oleh hantaman ekonomi khususnya karena pandemi.

(bri/mso)