Dadang-Sahrul Sebut Smart City Harus Segera Dibangun di Kabupaten Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 23:17 WIB
Dadang-Sahrul Gunawan, Pilkada kabupaten bandung
Foto: M Iqbal
Bandung -

Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan mengakui bahwa akses pelayanan digital bagi masyarakat Kabupaten Bandung masih minim. Meski begitu, mereka optimistis bisa membangun Smart City.

Dadang yang merupakan cabup nomor urut tiga mencontohkan, warga yang jauh dari pusat pemerintahan harus susah payah menuju kantor pelayanan untuk membuat KTP di Soreang. Hal itu dikarenakan masih minimnya pelayanan digital yang bisa diakses warga di pelosok daerah.

"Ke depan harus membuat Smart City, artinya setiap daerah dari mulai pemerintah daerah sampai kepada desa bahkan sampai ke RW itu bisa diakses (oleh warga)," kata Dadang saat menjawab pertanyaan yang dilemparkan moderator saat debat perdana Cabup dan Cawabup Bandung, di Kopo Square, Margahayu, Kabupaten Bandung, Sabtu (31/10/2020).

Namun kata pria yang kini berkostum PKB itu, masalah bukan hanya akses pelayanan digital saja. Ada masalah lain, yakni belum terjangkaunya jaringan internet di pelosok daerah Kabupaten Bandung.

"Ini bisa dijawab dengab digitalisasi yang nanti akan dilakukan ke depan. Tapi sayangnya memang di Kabupaten Bandung masih ada daerah yang masih blank spot. Ini yang harus kita lakukan bagaimana daerah-daerah tersebut supaya bisa terjangkau," ungkap Dadang.

Dengan adanya Smart City, pemerintah cenderung akan lebih transparans dan dakan mempermudah proses pengawasan warga terhadap kinerja pemerintahan, baik tingkat desa hingga daerah.

Ia pun berharap, dengan munculnya program Smart City akan mendorong peningkatan pendapatan. Karena setiap proses masuk dan keluarnya anggaran terpantau dalam sistem Smart City.

"Tentunya harapan-harapan dengan digitalisasi kita bisa memblow up daerah-daerah yang berpotensi dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," ucap Dadang.

Sekadar diketahui, debat perdana kali ini diadakan secara terbatas. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi jumlah kerumunan massa dan penularan virus COVID-19.

Setiap paslon diberikan kesempatan mengutarakan visi misinya masing-masing. Tidak lupa juga, mereka saling berbalas pertanyaan kepada setiap Paslon. Tema di debat perdana ini yakni 'Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat'.

(ern/ern)