Dualisme di Kadin Jabar, Gedung Kantor Diperebutkan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 19:10 WIB
Laporan polisi soal dugaan penguasaan lahan Kadin Jabar
Laporan polisi soal dugaan penguasaan lahan (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Kekisruhan kepengurusan terjadi di tubuh Kadin Jawa Barat. Gedung Kantor Kadin Jabar diperebutkan oleh dualisme kepengurusan.

Fadrudin Damanhuri salah satu pengurus di bawah ketua Kadin Cucu Sutarsa mengatakan posisi Tatan sebagai Ketua Kadin Jabar sudah tidak sah usai digelarnya Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) di Purwakarta. Berdasarkan surat bernomor 039, kata Fadel, sapaannya, Tatan sudah tak berhak menyandang status sebagai ketua.

"Saudara Tatan sudah dipecat atau diberhentikan dengan terbitnya SK 039 dari Kadin Indonesia. Hak Tatan juga sudah dicabut sama Kadin Indonesia jadi bukan hanya ketua, tapi hak Kadin saja tidak boleh, karena berdasarkan surat itu sudah dicabut," ucap Fadel di Jalan Talagabodas, Kota Bandung, Selasa (27/10/2020).

Akan tetapi, kata Fadel, Tatan bersikeras menilai bahwa dia masih berstatus sebagai ketua. Sehingga Tatan masih berada di gedung Kantor Kadin Jabar.

"Ini secara kelembagaan, Kadin ini sudah harusnya segera bekerja. Namun hari ini kita terkendala gedung. Hari ini gedung dikuasai oleh orang yang bukan haknya. Hingga hari ini dengan alasan akan mengajukan proses hukum, silakan saja mengajukan, tapi tolong itu segera tinggalkan kantor. Karena sudah tidak ada hak," tuturnya.

Tatan sendiri sudah dilaporkan ke Polda Jabar terkait penguasaan gedung. Dia dilaporkan Wakil Ketua Kadin Jabar Mahpudi pada 2 Oktober 2020 lalu.

"Laporan penguasaan lahan. (Alasan menguasai lahan) Dia tidak menerima musprovlub di Purwakarta. Padahal yang di purwakarta legitimate dihadiri 22 Kadin Kota Kabupaten dan dihadiri Kadin Indonesia," katanya.

"Kami juga meminta kelegowoan Tatan dan meminta gubernur bertindak profesional mengingatkan saudara Tatan meninggalkan gedung itu," kata dia menambahkan.

Sementara itu pengurus Kadin Jabar di bawah Ketua Tatan, Yus Hermansyah menjelaskan soal gedung kantor Kadin Jabar. Menurutnya, salah alamat bila menggugat Tatan terkait penguasaan gedung.

"Jadi gini, itu salah alamat nggak cerdas. Itu nggak cerdas. Dia nggak ngerti gedung itu milik siapa? Gedung itu tanahnya milik Kota Bandung dibangun oleh dana Banprov Jabar. Bukan milik Tatan, bukan milik Cucu, bukan milik Kadin, tapi itu tanahnya milik Kota Bandung dibangun melalui Banprov. Harusnya menghargai inisiator pendiri. Sudah susah payah membangun bisa mewujudkan gedung Kadin. Sekarang diributkan," kata Yus saat dikonfirmasi.

Yus tak mempermasalahkan soal laporan ke polisi tersebut. Bahkan pihaknya akan melaporkan balik terkait hal itu.

"Silakan saja mau digugat dilaporkan, salah alamat. Bahkan kita bisa gugat balik. Akan kita gugat balik," katanya.

Yus menuturkan terkait musprovlub yang berujung Cucu sebagai Ketua Kadin, Yus mengatakan hal itu sedang digugat secara perdata dan pidana di pengadilan. Sehingga, belum ada keputusan tetap atau inkrah terkait hal ini.

"Sebelum itu (inkrah) mestinya status quo bisa menahan diri baik pihak Tatan maupun Cucu. Kalau mau pakai gedung silakan silakan saja ini gedung milik pelaku usaha Jabar. Aneh kok digugat padahal bukan milik Tatan," tuturnya.

(dir/mud)