Kemendikbud Sebut Penyebaran Tenaga Kesehatan di Indonesia Tak Merata

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 10:22 WIB
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam
Foto: Dirjen Dikti, Kemendikbud Nizam (Siti Fatimah/detikcom).
Bandung -

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nizam menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) ke-16 secara virtual. Dalam orasi ilmiahnya, Nizam bicara soal kontribusi hingga kondisi tenaga kesehatan yang tidak merata di depan mahasiswa kedokteran.

Di hadapan mahasiswa, Nizam mengaku, setiap tahunnya terdapat lebih dari 13 ribu dokter muda yang berhasil lulus di berbagai universitas se-Indonesia. Namun sayangnya, penyebaran tenaga kesehatan tersebut dinilai tidak seimbang dengan kondisi di pelosok negeri.

"Di pelosok tanah air seperti di Sulawesi, Maluku, Papua, ini sangat mengkhawatirkan kesehatan secara nasional karena kekurangan tenaga medis," ujar Nizam dalam zoom meeting Dies Natalis Unisba ke-16, Senin (26/10/2020).

Lebih lanjut, kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya pengajuan Fakultas Kedokteran di daerah pedalaman. Menurutnya pengajuan datang dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan sekitarnya.

"Saat ini Kemdikbud banyak permohonan izin untuk membuka fakultas baru terutama di kota-kota besar. Tidak ada yang ingin membuka di pedalaman, padahal semangat kedokteran adalah untuk kemanusiaan, membantu kesehatan masyarakat dan berhubungan dengan nyawa manusia," tuturnya.

"Ini menjadi permasalahan kita bersama-sama dan masih terus kita upayakan," tambah Nizam.

Di sisi lain, Nizam juga mengapresiasi mahasiswa bidang kesehatan terutama kedokteran yang dinilainya banyak mengambil peran dalam penanganan pandemi COVID-19. Kata dia, pada pembukaan relawan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) Maret 2020 lalu, mahasiswa sangat berantusias menjadi relawan.

"Di masa pandemi ini kita melihat mahasiswa kedokteran sangat tinggi perannya. Satu minggu setelah surat edaran tentang belajar dari rumah, Dirjen Dikti memobilisasi pendidikan kedokteran untuk bersama-sama mengantisipasi COVID-19. Dalam waktu tiga hari lebih dari 15 ribu mahasiswa bidang kesehatan. Ini merupakan satu hal yang luar biasa dan mengharukan," ujarnya.

Dia menuturkan, dalam waktu tiga hari dilakukan pelatihan penuh secara daring dengan bimbingan dari WHO, Kemenkes, dan dokter spesialis KIE untuk melakukan tracing dan memberikan informasi yang tepat bagi masyarakat tentang pandemi COVID-19. "Relawan ini menjadi ruang referensi dan ruang bertemu masyarakat soal pandemi," katanya.

Hingga saat ini, kegiatan relawan KIE tersebut masih berlangsung sehingga diharapkan terdapat pemerataan informasi kesehatan kepada masyarakat melalui mahasiswa-mahasiswa kedokteran.

(mso/mso)