Cerita Gadis Sukabumi Nyaris Diperkosa-Motor Dibawa Kabur Pria

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 20:58 WIB
Poster
Ilustrasi (Ilustrator: Edi Wahyono)
Sukabumi -

K (17), gadis asal Palabuhanratu Sukabumi, sempat telantar di Bekasi setelah dibawa pergi pria yang baru dikenalnya via aplikasi perpesanan. Gadis itu kini telah kembali ke rumahnya setelah dijemput kedua orang tua dan perwakilan sekolahnya malam tadi.

Ditemui detikcom, kedua orang tua K, Ed dan Dw mengaku putrinya itu masih shock dengan peristiwa yang dialaminya. Meskipun begitu, K tidak keberatan membagikan cerita saat dia dibawa pergi hingga akhirnya ditelantarkan di Bekasi dan berakhir di Polsek Kedungwaringin, Polres Metro Bekasi.

"Saya tahu pria itu setelah membuat status di aplikasi WhatsApp. Sudah lama berteman di WhatsApp tapi tidak pernah sengaja berkomunikasi karena tidak kenal. Dia dapat nomor saya karena saya menyebar pesan berantai memberitahukan nomor baru ke kontak WhatsApp, mungkin pesan itu sampai ke dia lalu nomor saya dia simpan," kata K di kediamannya kepada detikcom, Sabtu (24/10/2020).

Saat itu K membuat status soal mencari ponsel dengan kapasitas ram yang besar, tidak lama pria mengaku berinisial R itu mengomentari status K. Singkat cerita, keduanya lalu janjian di wilayah Palabuhanratu. Saat itu R mengaku tinggal di wilayah Bogor.

"Saat bertemu itu dia bilangnya ponsel yang kapasitas besar ada di mamahnya. Dia juga menunjukkan kontak dengan mamahnya, setelah itu dia tepuk pundak saya dan saya pun enggak ingat lagi yang saya dengar dia dengan nada tinggi bilang ayo ikut!" cerita K sambil matanya sesekali menerawang mengingat-ingat detil peristiwa yang menimpanya.

K mengaku tersadar ketika berada di wilayah Cariu, Kabupaten Bogor. Saat itu ia diajak berkeliling oleh pria yang baru dikenalnya itu. Namun beberapa kali tangan pria itu menepuk pundak K hingga kemudian ia tersadar berada di wilayah Kabupaten Karawang.

"Saya sadar dipinjam KTP, katanya untuk menginap. Ketika di kamar dia mengajak hubungan badan saya tolak. Bahkan dia juga ancam akan memperkosa saya. Saya tendang dia. Malam itu tidak tidur, karena takut," ucapnya.

"Saya tahu malam itu di wilayah Karawang karena sempat pegang ponsel dia dan ngecek di aplikasi peta," kata K.

Malam itu K lolos dari upaya pemerkosaan pria tersebut. Sampai keesokan harinya ia kembali dibonceng pelaku menggunakan motor miliknya. Hingga ke daerah Bekasi, ia yang diduga masih dipengaruhi hipnotis, lalu diturunkan pelaku yang belakangan diketahui berada di Kedungwaringin. Motor bersama tas berisi ponsel dibawa oleh pelaku.

Singkat cerita, informasi soal K disebar melalui media sosial oleh anggota kepolisian. Hingga kemudian sampai ke telinga kedua orang tuanya. K dijemput orang tuanya.

"Dia menangis saat dijemput, yang penting saat ini anak saya selamat. Kalau soal motor biarlah, saat ini lebih kepada memulihkan kondisi anak saya dulu," singkat E, ayah K.

(sya/bbn)