Buruh Garmen Sukabumi Tewas di Kontrakan, Polisi Amankan Pisau Berdarah

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 09:05 WIB
Buruh garmen di sukabumi diduga dibunuh
Kontrakan ditemukannya buruh garmen tewas di Sukabumi (Foto: istimewa)
Sukabumi -

Buruh garmen inisial IM ditemukan tewas di kamar kontrakannya di Kampung Babakan RT 02 RW 07 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Senin (19/10) malam. Polisi menemukan pisau berdarah.

Polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, selain beberapa berkas berisi foto korban dan dokumen lainnya polisi juga mengamankan sebuah pisau dengan noda darah.

Pantauan detikcom malam tadi, berkas-berkas itu dibawa keluar saat tim Inafis Polres Sukabumi melakukan olah TKP. Pisau dengan noda darah itu bergagang biru dengan garis putih, oleh polisi pisau itu di satukan dengan berkas korban.

Barang bukti pisau berdarah yang ditemukan di kontrakan buruh garmenBarang bukti pisau berdarah yang ditemukan di kontrakan buruh garmen Foto: Syahdan Alamsyah

Inafis menyasar setiap sudut ruangan kamar kontrakan korban. Posisi kontrakan itu berjajar dengan kamar-kamar lainnya, terdapat beberapa ruangan lain di dalam kamar kontrakan tersebut. Sebuah foto anak kecil juga terpampang jelas di dinding ruangan.

Korban diketahui sudah menikah, bahkan sesaat sebelum ditemukan tewas saksi mengatakan suami korban yang berada di dalam lamar kontrakan. Namun keterangan lain menyebut korban diketahui sedang dalam proses perceraian dengan suaminya.

"Setiap hari dia tidur sendiri, punya suami tapi katanya dalam proses perceraian. Udah maghrib ada suaminya di dalam kontrakan," kata Indra Haryandi, tetangga kontrakan korban kepada wartawan malam tadi.

Indra mengaku sempat berfirasat tak enak saat suami korban berada di dalam kamar kontrakan, saat itu suami korban seperti kaget. "Istri saya sempat bertemu dengan suaminya, raut wajah dia kayak yang kaget lalu nutup pintu," tutur Indra yang memang tinggal bersebelahan dengan kontrakan korban.

Jasad korban terlihat dibawa menggunakan kantong mayat, sebelum dievakuasi Indra dan warga lainnya sempat melihat posisi wajah korban tertutup bantal dan tangan seperti teriris mengeluarkan darah, sebilah pisau tergeletak di samping tubuhnya tersiar kabar korban melakukan bunuh diri.

"Saya sedang di rumah, sedang nonton TV dapat kabar katanya ada yang bunuh diri di kontrakan, saat itu saya kaget. Saya enggak kenal (dengan korban), jenis kelaminnya perempuan. Posisi sudah melihat, ada sayatan di tangan kanan wajah tertutup bantal," kata Iwan Amrullah ketua RT 02.

(sya/mud)