Bicara Populasi Jabar, Ridwan Kamil: Idealnya Dikelola 40 Kabupaten/Kota

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 18:19 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bicara soal penanganan COVID hingga jadi relawan vaksin.
Ridwan Kamil (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut idealnya Provinsi Jawa barat memiliki lebih dari 40 daerah kabupaten/kota. Ia berkaca pada angka penduduk Jawa Barat yang nyaris mencapai 50 juta, tetapi hanya dikelola oleh 27 daerah.

Saat ini, Jawa Barat merupakan penduduk dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jabar memiliki jumlah penduduk yang hampir sama dengan Korea Selatan dan dua kali lipat penduduk Australia. Ia membandingkan dengan Jawa Timur yang memiliki 38 daerah, dengan jumlah penduduk 40 juta jiwa.

"Sementara (selama ini) anggaran berbanding lurus dengan jumlah daerah, bukan jumlah penduduk," kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu dalam siaran persnya ditulis Jumat (16/10).

Maka, menurut Kang Emil, pemekaran wilayah menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan pembangunan daerah di Jabar.

"Jadi ada hal-hal yang sedang kami perjuangkan dari sisi pelayanan publik dan ekonomi secara politik yaitu pemekaran wilayah. Jadi kami berharap Jabar idealnya memiliki lebih dari 40 daerah (kabupaten/kota)," kata Kang Emil.

Sebelumnya, dalam webinar Universitas Paramadina "The Implementation of Regional Economy in West Java". Dalam webinar pada Rabu (14/10/20) ini, Ridwan Kamil memaparkan terkait dinamika pembangunan di Jabar. Ia menyebut populasi menjadi sumber dinamika dan masalah pembangunan di provinsi dengan populasi hampir 50 juta jiwa per tahun 2019.

"Jadi dari ukuran jumlah penduduk, saya (sebagai gubernur) seperti mengurus dinamika sekelas negara," katanya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jabar per 2019, Jabar sendiri memiliki luas wilayah lebih dari 35 ribu kilometer persegi dengan 27 kabupaten/kota yang terdiri dari 18 kabupaten, 9 kota, 627 kecamatan, 645 kelurahan, dan 5.312 desa.

Merespons tajuk tersebut, Pemprov dan DPRD Jabar akan mengajukan tiga daerah otonomi baru (DOB) ke Kemendagri secara resmi bulan depan. Tiga daerah itu yakni Bogor Barat, Sukabumi Utara dan Garut Selatan.

Anggota Komisi I DPRD Jabar Abdy Yuhana mengatakan, secara resmi pengajuan tiga daerah itu akan dilakukan pada November 2020 mendatang. Pemekaran wilayah diperlukan, untuk mendukung aspek keadilan antara pusat dan daerah.

"Kenapa itu dimasukkan ke dalam wilayah keadilan ? karena Jabar dalam hasil survei BPS, penduduk Jabar ada 50 juta, ada 27 kabupaten/kota dan 5.312 desa. Dibandingkan dengan Jawa Timur, Jatim penduduknya sekitar 34 - 40 juta, tetapi kota dan kabupatennya 38. Jumlah desanya ada sekitar 8.000, sehingga percepatan pembangunan di Jatim lebih cepat," tutur Abdy saat dihubungi detikcom, Jumat (16/10/2020).

Jika 50 juta penduduk dibagi rata ke setiap kabupaten/kota di Jawa Barat, rata-rata setiap daerah memiliki 1.851.852 penduduk. Dan bila dirinci lagi ke dalam tingkat desa, satu desa minimal dihuni oleh 9.412 warga.

Tonton video 'Ridwan Kamil: Untuk Pertama Kali Zona Merah di Jabar Hanya Ada Tiga':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)