Beras Bansos Bercampur Plastik Kembali Ditemukan di Purwakarta

Dian Firmansyah - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 22:36 WIB
Beras bansos bercampur plastik kembali ditemukan di Purwakarta
Beras bansos bercampur plastik kembali ditemukan di Purwakarta (Foto: Dian Firmansyah)
Purwakarta -

Beras Program Keluarga Harapan (PKH) bercampur plastik pembagian dari Kemensos kembali ditemukan oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta. Kali ini ditemukan di dua desa Kecamatan Sukatani dan sudah di terima penerima PKH di wilayah tersebut.

"Dalam dua hari ini ditemukan tiga karung beras pembagian PKH yang ada biji plastiknya di dalam karung itu, dua temuan yang baru ini beda desa dengan sebelumnya," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Andin Adyaksantoro, Kamis (01/10/2020).

Andin menjelaskan maksud dan tujuan pihaknya melakukan penyisiran dan mengamankan beras bercampur plastik tersebut. Berdasarkan laporan dari masyarakat dan melalui kasie Intel melakukan pengecekan secara langsung, dan benar ditemukan kembali beras plastik itu.

Sebagai barang bukti, pihak kejaksaan mengamankan sebagian beras itu dan puluhan biji plastik yang ada di dalam karung.

"Kami masih melakukan pendalaman kenapa biji plastik itu ada di dalam karung beras. Kalo karungnya dari Bulog tapi masih dilakukan pendalaman apakah ada unsur kesengajaan atau tidak," kata Kajari.

Sejak ditemukan adanya beras plastik, pihak kejaksaan sudah melakukan pemeriksaan dua orang dari pihak bulog, tidak menutup kemungkinan mereka akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh mulai dari orang yang mengantarkan beras hingga penyedia beras itu.

"Kita masih dalami, apakah ada unsur merugikan uang negara atau enggak," ucap Andin.

Sementara menyikapi adanya temuan beras plastik, wakil ketua komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi melakukan pengecekan langsung ke kantor Kajari Purwakarta yang sudah mengamankan beras itu.

Hasilnya Dedi secara tegas menyebutkan jika kualitas beras itu di bawah medium karena berwarna kuning dan membenarkan terdapat biji plastik.

Dedi memjnta agar pihak kejaksaan mengusut tuntas adanya temuan beras plastik ini, apakah ada unsur kesengajaan karena atau tidak.

"Persoalannya bukan biji plastiknya, persoalan kenapa biji plastik ada di karung beras, apakah itu kesengajaan itu ada pembelian barang kemudian barangnya di isi biji plastik untuk menambah timbangan sehingga mendapat keuntungan besar atau ada pihak lain yang memasukan itu, itu silahkan di usut sampai tuntas ini masalah kesehatan manusia," ungkap Dedi Mulyadi mantan Bupati Purwakarta itu.

Ia pun sudah melakukan komunikasi dengan pimpinan komisi IV yang memang membidangi persoalan ini, pihaknya akan mengundang pihak bulog untuk menjelaskan permasalahan ini.

(mud/mud)