Kata LAPAN dan Astronom soal 'Benda Misterius' di Langit Subang-Purwakarta

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 15:20 WIB
Father and his daughter are watching Meteor Shower. Night sky.
Ilustrasi melihat hujan meteor perseid (Foto: iStock)

Ahli Astronomi ITB Hakim L Malasan menuturkan, soal durasi cahaya yang melintas sekitar 5-10 detik kemudian terbelah menjadi dua dan menghilang di angkasa, besar kemungkinan meteor.

"Kalau itu benar untuk durasi segitu, sepertinya meteor dan masuk kategori fireball (meteor yang meledak di angkasa dan habis badannya)," kata Hakim.

Menurutnya, kejadian tersebut sangat jarang terjadi. Tapi, meski jarang, Hakim menjelaskan, hal tersebut tidak masuk kategori kejadian luar biasa. Ia menuturkan fireball itu biasanya disebabkan ukuran dan kandungan meteoroidnya.

"Kalau dominan batuan dan ukuran cukup besar, maka ketika masuk atmosfer dengan kecepatan tinggi, panas karena gesekan dan pada titik 2.000C (derajat Celsius) akan meledak," ujarnya.

Jika masyarakat melihat kejadian serupa, dia mengimbau agar lebih waspada. "Kalau-kalau ada sisa meteoroid yang terhempas ke bumi, walau kemungkinan kecil karena habis terbakar di atmosfer," ucap Hakim.


(bbn/bbn)