MUI Cimahi Minta Pemerintah Perketat Keamanan Ulama dan Masjid

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 15:12 WIB
Masjid saksi perjuangan ulama lawan penjajah di Cimahi
Ilustrasi masjid di Cimahi (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Cimahi -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi meminta agar pemerintah dan pihak kepolisian bisa melindungi masjid serta jemaahnya dari gangguan orang-orang tak bertanggungjawab.

Sikap itu menyusul aksi seorang remaja diamankan lantaran telah menyerang ulama Syekh Ali Jaber saat tengah mengisi ceramah di Lampung. Beberapa hari sebelumnya, seorang remaja juga mencorat-coret musala dan merobek Alquran di Tangerang.

Ketua MUI Kota Cimahi Alan Nur Ridwan menyebut pemerintah dan polisi wajib memberikan jaminan keamanan pada jemaah dan masjid itu sendiri dari oknum tak bertanggungjawab.

"Ya sangat prihatin karena benar-benar mengganggu keamanan. Perlu ada tindaklanjut dari pemerintah dan polisi, apakah akan patroli sampai ke masjid di kampung-kampung atau mau membentuk pamswakarsa saja," ujar Alan saat dihubungi, Kamis (1/10/2020).

Di sisi lain, pihaknya juga meminta agar masyarakat melakukan ronda secara mandiri dan kembali menghidupkan remaja masjid agar masjid tidak sepi saat siang dan malam hari.

"Masjid jangan dibiarkan sepi baik siang atau malam. Yang beribadah juga kalau bisa tidak sendiri, jadi bisa saling memberikan keamanan. Alternatifnya remaja masjid bisa dihidupkan lagi," bebernya.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum terkait kasus tersebut ke kepolisian. Alan juga enggan berkomentar lebih banyak apakah pelaku terorganisir atau inisiatif pribadi.

"Serahkan saja pada polisi. Tapi memang agak aneh, kenapa orang yang dianggap kurang waras hanya menyerang ulama dan menyasar masjid, harusnya kan sasarannya acak. Tapi kita juga tidak boleh terlalu curiga sama orang luar, waspada seperlunya saja," jelasnya.

(mud/mud)