Jabar Hari Ini: Penderitaan Gadis Sukabumi-Santri Husnul Khatimah Diminta Pulang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 20:09 WIB
Kasus COVID-19 di Ponpes Husnul Khotimah Kuningan bertambah 37 orang
Ponpes Husnul Khotimah (Foto: Bima Bagaskara)

PSBM Kota Bogor Diperpanjang

Pemkot Bogor memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) hingga dua pekan ke depan. Dalam masa PSBB keenam ini, Pemkot Bogor akan memprioritaskan penerapan protokol kesehatan di sektor perkantoran.

"Baru saja Forkopimda melakukan pembahasan mengenai evaluasi penanganan COVID-19, juga mengenai dalam hal berakhirnya masa PSBMK hari ini. PSBMK akan berlanjut sampai dua minggu ke depan untuk kita evaluasi berdasarkan data-data yang ada," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Balai Kota Bogor, Selasa (29/9/2020).

Bima menyebut secara keseluruhan tidak ada aturan yang dikurangi yang akan diterapkan pada masa PSBB keenam ini. Pembatasan aktivitas warga atau yang sebelumnya disebut jam malam dan pembatasan jam operasional unit usaha tetap diberlakukan.

Namun pelonggaran dilakukan pada jam operasional unit usaha. Jika semula dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB, kini dilonggarkan menjadi pukul 21.00 WIB.

"Kami menyepakati bahwa berdasarkan data, kita masih melihat adanya kebutuhan untuk membatasi aktivitas warga (sebelumnya disebut jam malam, red). Namun sektor perekonomian harus terus berjalan. Kami melihat sudah ada angka keseimbangan antara sektor ekonomi dan sektor kesehatan," tuturnya.

"Jam operasional sektor ekonomi disesuaikan jadi jam 9. Jadi apabila sebelumnya jam 8, kemudian dilonggarkan jadi jam 9. Karena kita melihat, minim angka klaster dari unit-unit ekonomi, restoran dan sebagainya," Bima menambahkan.

Berdasarkan data, menurut Bima, terungkap tingginya klaster keluarga di kota Bogor disebabkan oleh penularan yang dilakukan oleh anggota keluarga yang beraktivitas di luar kota dan bekerja di perkantoran. Belakangan, banyak anak-anak di Kota Bogor yang justru lebih banyak di rumah dan terpapar virus Corona oleh anggota keluarganya sendiri.

Sebab itu, di PSBMK lanjutan ini, Pemkot Bogor akan memperketat penerapan protokol kesehatan di perkantoran. "Ke depan, kami sepakat memperketat pengawasan protokol kesehatan di perkantoran. Kami akan awasi sejauh mana kantor-kantor disiplin mengikuti aturan protokol kesehatan, seperti 50 persen yang masuk dan memiliki komorbid (penyakit bawaan) dilarang dulu masuk," ujarnya.

"Klaster keluarga didominasi oleh klaster perkantoran dan dari luar kota. Jadi penguatan kita adalah di perkantoran," kata Bima menegaskan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5