COVID-19 Sergap Ciayumajakuning, Begini Langkah Ridwan Kamil

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:05 WIB
Ridwan Kamil Beri Tugas Khusus Ade Londok, Sosok di Balik Viral Odading Ngegas
Ridwan Kamil (Foto: dok. Ridwan Kamil)
Bandung -

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat akan melakukan pengetesan masa di wilayah Ciayumajakung, sebagai buntut makin meningkatnya kasus COVID-19 di wilayah utara Jawa Barat tersebut.

Selain jadi Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon yang menjadi zona merah dalam evaluasi GTPP, 46 santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Desa Manis Kidul, Kuningan pun diketahui terpapar COVID-19.

"Sekarang di Jawa Barat ada klaster pesantren di Kuningan, yang minggu ini kita akan melakukan pengetesan massal sesuai pola, yaitu di wilayah Ciayumajakuning. Karena di beberapa wilayah tersebut terjadi yang namanya peningkatan kasus COVID-19," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam telekonferensi dari Gedung Sate, Senin (28/9/2020).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, di Kuningan sendiri tengah diterapkan Pembatasan Sosial Beskala Mikro (PSBM) dari tingkat pesantren hingga kecamatan. Menurutnya selama ini, PSBM efektif dalam menangani COVID-19.

"Kalau yang sifatnya bermukim, itu relatif menurut laporan lebih terkendali. Tapi ada kasus-kasus, di mana tercampur dengan yang sifatnya sekolah umum, dan orangnya tidak bermukim di wilayah pesantren itu," katanya.

Koordinasi penanganan pun, ucap Kang Emil, telah dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum terkait penerapan protokol kesehatan, bersama pengelola pesantren dan 500 kiai.

Sebelumnya, Pondok Pesantren Husnul Khotimah ditutup 14 hari. "Ponpes ini sejak kemarin sudah ditutup aktivitas juga selama 14 hari. Lingkungan ponpes ini banyak sekali santrinya, ada 3 ribu lebih," kata Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kuningan Agus Mauludin, Sabtu (26/9/2020)

Selain aktivitas, akses keluar masuk lingkungan Ponpes Husnul Khotimah juga ikut ditutup. Menurut dia, hanya satu akses pintu masuk menuju Ponpes Husnul Khotimah yang dibuka, itu pun khusus untuk orang-orang tertentu.

"Kita dengan pihak Kecamatan Jalaksana dan tiga desa di sekitar yaitu Manis Kidul, Sadamantra dan Sembawa. Untuk akses keluar masuk sudah ditutup, hanya satu pintu akses keluar masuk lingkungan Ponpes," ucap Agus.

"Keluar masuk ponpes akan dibatasi hanya orang-orang tertentu saja yang boleh masuk ke Ponpes. Untuk siang hari akses jalan masih dibuka, tapi malam akan diportal," ia menambahkan.

Menurut Agus, Satgas Penanganan COVID-19 Kuningan telah melakukan tracing dan tes swab kepada santri Ponpes Husnul Khotimah. Hari ini ada sekitar 75 orang santri yang menjalani tes swab.

"Untuk menekan supaya virus tidak menyebar selama tiga hari berturut-turut akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan," ujar Khadafi.

(yum/mud)