Dua Balita di Sumedang Terpapar COVID-19

Muhamad Rizal - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 19:25 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Sumedang -

Dua balita asal Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test. Kini kedua balita itu menjalani isolasi mandiri bersama ibunya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri mengatakan kedua balita itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

"ZN berjenis kelamin perempuan berusia satu tahun dan ZA berjenis kelamin laki-laki berusia tiga tahun, mereka berasal dari Kecamatan Tomo," kata Iwa kepada detikcom melalui sambungan seluler, Jumat (25/9/2020).

Kata Iwa, kedua balita tersebut diduga terpapar virus Corona dari orang tuanya yang juga positif COVID-19. "Mereka merupakan kontak erat dari orang tuanya yang juga positif COVID-19," katanya.

Iwa mengatakan, berdasarkan hasil tracing, kemungkinan orang tuanya terpapar dari pamannya yang bekerja di instansi pemerintahan di Kota Bandung yang juga terkonfirmasi positif COVID-19.

"Diduga orang tuanya itu terpapar dari pamannya, karena sebelumnya paman balita ini terkonfirmasi positif COVID-19," ucap Iwa.

Kemudian kata Iwa, berdasarkan hasil tracing dan swab test masal terhadap keluarga kedua balita itu, hanya ayahnya saja yang negatif.

"Dari hasil penelusuran, yang terpapar COVID-19 itu dua balita, ibu balita, dan seorang pembantunya. Hanya ayah balita saja yang hasil swab-nya negatif," ucapnya.

Kemudian Iwa mengungkapkan, orangtua balita itu sebetulnya bertempat tinggal di Bekasi, saat pulang ke Sumedang mereka mengikuti swab test masal pada tanggal 16 dan 17 September 2020 lalu yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang.

"KTP orang tuanya Sumedang, karena mereka asli sini, tapi mereka tinggal di Bekasi. Hasil swab test keluar kemarin tanggal 24 September 2020 dan ternyata kedua balita dan ibunya itu positif COVID-19," ucapnya.

Iwa memastikan, Ibu dan kedua balita itu masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG), sehingga mereka menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

"Saat ini mereka sudah menjalani isolasi mandiri di rumahnya, karena mereka tidak memiliki gejala (COVID-19)," tandasnya.

(mud/mud)