Cuaca Buruk, Nelayan Pangandaran Pilih Tak Melaut

Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 13:51 WIB
Perahu nelayan sandar di pantai timur Pangandaran. Cuaca buruk membuat sebagian besar nelayan tak melaut.
Foto: Perahu nelayan bersandar di pantai timur Pangandaran. Cuaca buruk membuat sebagian besar nelayan tak melaut (Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran sepanjang Senin malam hingga Selasa (22/9/2020) siang membuat sebagian besar nelayan tidak melaut. Nelayan menghindari risiko kecelakaan akibat potensi badai atau gelombang tinggi.

"Hujan dari tadi malam, kami tak berani melaut. Istirahat saja dulu, itung-itung liburan," kata Mulyadi, nelayan warga Desa Babakan Pangandaran saat ditemui di sekitar pantai timur Pangandaran.

Selain khawatir disapu badai, melaut di tengah cuaca hujan deras menurut dia kurang efektif karena biasanya tangkapan ikan minim. "Lebih baik istirahat sambil beres-beres peralatan. Merawat jaring atau peralatan melaut lainnya," kata Mulyadi.

Pihak BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini terkait adanya potensi gelombang tinggi di perairan wilayah Pangandaran. Dalam peringatan dini yang dikeluarkan, potensi gelombang tinggi berada pada kisaran 2,5 sampai 4 meter. Sementara kecepatan angin berada pada kisaran 6 sampai 25 knot.

Kondisi ini jelas membahayakan bagi aktivitas pelayaran nelayan Pangandaran yang umumnya menggunakan perahu tradisional atau perahu katir. Karena ambang batas keamanan perahu tradisional secara teknis berada pada kecepatan angin di bawah 15 knot dan tinggi gelombang di bawah 1,25 meter.

Sementara itu aktivitas pariwisata di pantai Pangandaran relatif tak terpengaruh. Hujan tak menyurutkan wisatawan bermain-main di tepi pantai. Tak sedikit yang tetap berenang di tepi pantai kendati diguyur hujan.

(mso/mso)