Bupati Sukabumi Sebut Tiga Warga Tewas Akibat Banjir Bandang Cicurug

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 11:36 WIB
Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, luluh lantak diterjang banjir bandang. Banjir terjadi pada Senin malam (21/9) akibat huna deras.
Dampak banjir bandang di Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Tiga orang korban banjir bandang yang hanyut pada Senin (21/9/2020) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Pencarian ketiganya dilakukan SAR gabungan sejak pagi hingga siang ini.

Hal ini diungkap Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat meninjau kampung terdampak banjir di Kampung Cibuntu, Pasawahan, Kecamatan Cicurug. Korban sudah dievakuasi petugas gabungan dan diserahkan ke keluarganya.

"Berdasarkan laporan yang saya terima tiga orang korban hilang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dua sudah dibawa keluarganya ke Tasikmalaya, satu lagi dikebumikan di kediamannya (Cicurug)," kata Marwan kepada detikcom, Selasa (22/9/2020).

Bupati Marwan mengatakan ia masih meminta petugas BPBD dan aparat desa hingga kecamatan untuk memonitor seluruh korban terdampak. Menurutnya banjir terjadi di 3 kecamatan dan 8 desa.

"Sedang kita cermati komunikasi data di lapangan takutnya disampaikan sekarang data tidak sesuai, yang jelas hari ini, BPBD, TNI dan Polri mengecek semua kondisi labil yang terdampak dari banjir ini. Penanganan sejauh ini yang dilakukan, semua hari ini relawan hadir BPBD, Basarnas, TNI dan Polri sudah jelas dari malam sudah hadir semua," lanjut Marwan.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif menyebut pihaknya dibantu Sat Brimob Polda Jabar berkoordinasi dengan BPBD dan SAR gabunhan masih melakukan upaya-upaya evakuasi.

"Bapak Kapolda menerjunkan langsung Tim SAR dari Brimob dan juga dapur umum yang nantinya akan berkolaborasi dengan BPBD untuk melaksanakan dukungan logistik baik untuk rekan-rekan kita yang melaksanakan evakuasi dan lainya serta untuk suplay makanan masyarakat," kata Lukman.

Terkait penyebab banjir, Lukman mengatakan pihaknya bekerja sama dengan DLH untuk melaksanakan penyelidikan lanjutan.

"Saat ini sudah menerjunkan petugas kami bekerjasama dengan DLH kita sedang menyusuri dari hulu dan tempat seputaran area sini kita akan melaksanakan pengumpulan bahan keterangan baik itu dari eksositem yang ada saat ini ataupun data pendukung lain sehingga kita bisa simpulkan segera dan sampaikan kepada rekan rekan kira kira penyebab apa sehingga terjadi banjir bandang yang cukup besar ini," ujar Lukman.

"Sementara (penyebab) belum bisa kita simpulkan namun batang batang pohon ini berasal dari aliran sungai sebelumnya yang disitu banyak ekosistem ataupun wilayah hutan yang berdampingan dengan daerah aliran sungai," tutur Lukman menambahkan.

(sya/mud)