Jabar Hari Ini: 30 Kecamatan di Bandung Zona Merah-Polisi Kawal Ulama Berdakwah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 20:00 WIB
Tank TNI Tabrak Gerobak di Bandung Barat
Tank tabrak gerobak dan motor (Foto: tangkapan layar video viral)
Bandung -

Sejumlah pemberitaan muncul dari Jawa Barat. Salah satu yang menyedot perhatian yakni rencana Pemkot Bandung relaksasi tempat hiburan di mal. Sementara kondisi Bandung dihantui zona merah di 30 kecamatan.

Berikut rangkuman berita dalam Jabar Hari Ini

30 Kecamatan Zona Merah, Pemkot Bandung Paksakan Relaksasi Hiburan Mal?

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana merelaksasi tempat bermain remaja di tengah melonjaknya kasus COVID-19. Apalagi saat ini 30 kecamatan di Kota Bandung masuk dalam zona merah COVID-19.

Dari data yang dihimpun di laman Pusat Data Informasi (Pusicov) COVID-19 Kota Bandung, Selasa (15/9/2020) kasus positif kumulatif mencapai 995, positif aktif 222, sembuh 721 dan meninggal dunia 52.

Meski begitu Pemkot tetap mewacanakan untuk merelaksasi arena bermain yang ada di dalam mal. Sejumlah persiapan juga dilakukan salah satunya dengan menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan di arena bermain.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana bahkan meninjau langsung kesiapan protokol kesehatan di tempat bermain yang ada di sejumlah mal di Bandung.

"Dimungkinkan relaksasi pelonggaran sektor lain, salah satunya arena bermain remaja. Beberapa hari lalu, pengelola bersurat ke dinas terkait, hasil ratas harus tetap disimulasi, hari ini disimulasi," kata Yana di BIP, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (15/9/2020).

Yana menjelaskan, tempat hiburan remaja ini bisa direlaksasi asalkan sesuai Peraturan Wali (Perwal) Kota Bandung Nomor 46. Terutama harus memerhatikan protokol kesehatan secara ketat.

"Kita sepakat tidak melakukan perubahan Perwal, dimungkinkan merelaksasi beberapa sektor ekonomi lain tapi tentunya lewat simulasi. Hari ini kita lakukan, kemarin disepakati apa saja yang bisa direlaksasi harus sesuai dengan protokol kesehatan dan tinggal manajemennya mengajukaan relaksasi," ucapnya.

Yana melihat protokol kesehatan di tempat bermain tersebut dan mencoba langsung beberapa permainan yang ada. "Saya lihat standar protokol kesehatannya dilakukan, kapasitas malah enggak 50 persen, tapi di bawah 50 persen, yang penting memang standar protokol kesehatan upayanya coba diterapkan dengan baik," katanya.

Dia menyatakan pihak pengelola mengaku siap menerapkan protokol kesehatan. Namun hal itu tetap harus diperhatikan agar penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan baik.

"Setiap area, misalkan ada enam mesin bermain, dibersihkan setiap sudah digunakan. Satu area ada dijaga petugas, dari 80 mesin ada 37 mesin yang akan digunakan, penanggungjawab nya ada tujuh orang," ucapnya.

Ia menambahkan, hingga kini sudah ada tempat bermain remaja di enam mall di Bandung mengajukan surat. "Udah ada di enam mall," tambahnya.

Sementara itu, Marketing Komunikasi Manager BIP Aditya Fahmi mengatakan yang boleh datang hanya yang berumur 12 tahun ke atas. Kalau 12 tahun ke bawah belum.

"Permainan hanya untuk umur 12 tahun ke atas, jadi 12 tahun ke bawah dilarang masuk, ini permainan bukan untuk anak, izinnya pun arena permainan mesin," ujarnya.

Menurutnya, 5-6 mesin permainan akan dijaga petugas dan setiap selesai permainan akan dibersihkan dan disemprot disinfektan.

"Ada 80 mesin, 37 digunakan dan 5-6 mesin akan dijaga oleh seorang petugas yang langsung membersihkan area, langsung dibersihin, sebelum bersih enggak boleh dimainin," ujarnya.

Sanksi di PSBMK Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut, sanksi akan diterapkan dengan lebih tegas pada PSBMK tahap 3 ini, terutama di sektor usaha. Selain dengan Perwali 107 tahun 2020, penerapan sanksi juga akan diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) yang dalam waktu dekat akan disahkan.

"Kita akan berlakukan sanksi yang lebih tegas, berdasarkan Perwali kita, dan InsyaAllah nanti akan dikuatkan melalui Perda yang pembahasannya akan dipercepat. Perda Ketertiban Umum yang di dalamnya akan mengatur juga detail sanksi terkait pandemi ini," kata Bima Arya, Selasa (15/9/2020).

"Jadi sekali lagi penindakan akan lebih tegas terhadap unit usaha yang melanggar. Mulai dari ditutup hari itu juga apabila ada pelanggaran, apabila dilanggar lagi diberlakukan denda, dan apabila terus dilanggar akan ditutup izin usahanya," tegas Bima.

Beragam sanksi sejauh ini telah diterapkan Pemkot Bogor kepada pelanggar protokol kesehatan. Bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat di luar rumah, akan disanksi dengan denda atau hukuman sosial berupa menyapu, menyanyikan lagu kebangsaan hingga menyebutkan isi pancasila.

Sementara sanksi bagi sektor usaha berupa denda, penutupan sementara (segel), hingga pencabutan izin usaha.

Sementara itu, Satpol PP Kota Bogor mencatat ada 718 pelanggar protokol kesehatan yang ditindak sejak awal pemberlakuan sanksi pada 28 Agustus 2020 hingga 13 September 2020. Dari total pelanggar, Satpol PP Kota Bogor mengumpulkan uang sebanyak Rp 32,8 juta dari hasil denda.

Kabid Dalops Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor Theo Patricio Freitas merinci, jumlah pelanggar masker berjumlah 293 orang dan diantaranya 141 dikenakan denda, sebanyak 93 orang dikenakan hukuman sosial, dan 59 orang dikenakan imbauan.

Selain itu, sebanyak 141 unit usaha juga terjaring karena melanggar jam operasional maksimal pukul 18:00 wib. Unit usaha yang terjaring terdiri dari restoran, rumah makan, kafe, minimarket dan toko pakaian. Dari jumlah itu, sebanyak 81 pelanggar didenda, 3 toko disegel, 7 sanksi tertulis, dan 49 tempat usaha hanya diberi imbauan. Sementara pelanggar aturan pembatasan aktivitas warga maksimal pukul 21.00, sebanyak 109 unit usaha dan semuanya hanya mendapatkan peringatan.

"Dari jumlah pelanggar yang terjaring paling banyak ya masker 293 pelanggar, tapi dari sisi denda tempat usaha paling banyak terakumulasi Rp 29.900.000," papar Theo.

Seperti diketahui, Pemkot Bogor kembali memberlakukan PSBMK untuk yang ketiga kalinya. PSBMK tahap 3 ini diberlakukan selama dua pekan, dimulai hari ini hingga 29 September 2020.

Pada fase ini, jam malam tetap diberlakukan mulai pukul 21:00 WIB. Pembatasan operasional mal, restoran dan kafe juga tetap diberlakukan. Namun, jam operasional yang semula hanya sampai pukul 18:00 WIB kini diperpanjang 2 jam hingga pukul 20:00 WIB.

Poin tambahan pada fase PSBMK tahap 3 ini, adanya pembatasan aktivitas di jalur pedestrian yang memutari Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Kegiatan olahraga baik berlari, bersepeda ataupun aktivitas lainnya ditiadakan sementara di jalur pedestrian sepanjang 4,2 kilometer tersebut.

Polisi Kawal Ulama Dakwah di Jabar

Polda Jawa Barat siap mengamankan kegiatan keagamaan agar tak terjadi insiden penusukan serupa seperti yang dialami Syekh Ali Jaber. Polisi akan ikut mengamankan bila mendapat laporan dari panitia kegiatan.

"Di mana-mana kan seperti itu sekarang (pengamanan ulama). Karena ada kejadian dari Syekh Ali Jaber, AS Ops Kapolri mengeluarkan telegram khusus untuk seluruh internal di seluruh Indonesia untuk melaksanakan pengamanan. Jangan sampai ini menjadi polemik, kita tetap amankan semuanya," ucap Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (15/9/2020).

Rudy mengatakan pengamanan dilakukan apabila penyelenggara menginformasikan kegiatan kepada kepolisian. Sehingga nantinya polisi akan datang untuk melakukan pengamanan.

"Jadi kalau mau diamankan beritahukan kita, kalau enggak kan gak tahu kita. Semua yang memberitahukan ke kita, kita amankan," katanya.

Harapan tak ada kejadian serupa ini juga sebelumnya diminta oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Kang Emil sapaannya meminta agar ada pengawalan terhadap ulama yang berdakwah di Jabar.

"Saya sudah instruksikan agar para ulama yang sedang berdakwah di Jawa Barat untuk diberi ekstra pengamanan oleh aparat setempat dan panitia acara," ucap Emil dalam unggahannya melalui Instagram, Senin (14/9/2020).

"Mari kita selalu muliakan dan lindungi para ulama kita," kata Emil menambahkan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar. Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei mengharapkan agar polisi hadir di setiap kegiatan.

"Diharapkan anggota Polri bisa hadir, kepada masyarakat juga jangan takut misal ada anggapan polisi mengawasi, tapi yang kita lihat itu istilahnya itu keamanannya. Maka kami mengimbau protokol keamanan itu bisa dijalani semua," ujar Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe'i di kantor MUI Jabar, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Selasa (15/9/2020).

PSBM, Ojol Bodebek Masih Boleh Tarik Penumpang

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar) Hery Antasari memastikan ojek online (ojol) diperbolehkan menarik penumpang selama Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Bodebek, yang meliputi Kabupaten/Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten/Kota Bogor.

"Prinsipnya masih bisa menarik penumpang, tetapi pengendara wajib mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan penyekatan," ujar Heri saat ditemui detikcom, Selasa (15/9/2020).

Peraturan lainnya, ujar Hery, pengendara ojol pun tak diperbolehkan berkerumun saat menunggu penumpan. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan operator ojol untuk menerapkan sistem geofencing, yang dimana pengendara ojol tidak boleh berkerumun lebih dari lima orang.

"Jadi kalau ada pengendara ojol yang keenam, nanti yang keenam tidak akan dapat order. Itu ketentuannya, terus hal lainnya yang disepakati sesuai dengan Pergub DKI, apa yang dikecualikan itu boleh, baik orang atau barang," tutur Hery.

Di DKI Jakarta pun, ojol masih diperbolehkan menarik penumpang atau pun barang. Namun, ojol disebut tetap diwajibkan menjaga protokol kesehatan. Terkait dari detail aturan ojol ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan aturan itu akan dituangkan dalam SK Dishub DKI Jakarta.

"Motor berbasis aplikasi diperbolehkan mengangkut barang dan penumpang dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, dan detail aturan ini akan disusun SK Kepala Dinas Perhubungan," kata Anies saat konferensi pers di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (13/9/2020).

Anies juga mengatur kapasitas penumpang kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi hanya boleh mengangkut maksimal satu baris mobil diisi dua orang. Namun aturan ini tidak berlaku jika seluruh penumpang mobil satu tempat tinggal.

Tank Penabrak Gerobak-Motor di Bandung Barat Laik Jalan

Bandung - Kodam III Siliwangi masih menyelidiki insiden tank tabrak gerobak-motor di Kabupaten Bandung Barat. Hasil penyelidikan sementara, tank dalam kondisi aman.

"Kecelakaan ranpur (kendaraan tempur) tank milik Yonkav 4 dari segi materil (tank) tidak ada masalah. Karena sebelum pelaksanaan, sudah dilaksanakan pemeriksaan materil dan tank tersebut dinyatakan layak untuk digunakan latihan," ucap Kapendam III Siliwangi Kolonel Infanteri FX Sri Wellyanto di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Selasa (15/9/2020).

Meski begitu, Welly mengatakan Denpom III Siliwangi masih melakukan penyelidikan. Termasuk terkait ada tidaknya kelalaian pengemudi tank saat insiden itu terjadi.

"Tapi ini kan mungkin, ini masih dalam penyelidikan berarti ada human error ya, dan ini masih dalam tahap penyelidikan pihak POM apakah itu kelalaian si pengemudi atau ada penyebab yang lain," kata dia.

"Kalau misalnya ini kelalaian tentunya tahap-tahap yang harus dilalui oleh si pengemudi, apakah sudah dilaksanakan atau belum. Info sementara, hasil penyelidikan sementara, tahapan-tahapan itu sudah dilakukan oleh pengemudi karena memang yang bersangkutan adalah pengemudi kendaraan tersebut mempunyai SIM B2 khusus untuk kendaraan tank tersebut," tutur dia.

Seperti diketahui, beredar di media sosial Instagram satu unit tank milik TNI AD mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Raya Cipatat atau tepatnya depan Polsek Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/9/2020).

Video berdurasi 19 detik yang diabadikan oleh warga menunjukkan ada dua tank yang keluar dari Jalan Saguling, area PLTA Saguling, menuju Jalan Raya Cipatat. Saat melaju, tank pertama berhasil berbelok dengan mulus. Namun tank kedua tersebut tak terkendali, lalu menghantam sepeda motor dan gerobak penjual gorengan.

Panit Lantas Polsek Cipatat Ipda Nana mengatakan akibat kecelakaan tersebut gerobak dan sejumlah motor yang sedang berada di pinggir jalan mengalami kerusakan. "Betul ada kecelakaan tank Yonkav 4, tapi itu sebetulnya hanya kecelakaan biasa saja," ucap Nana saat dihubungi detikcom.

Nana menyebut, saat berbelok itu, pengemudi tak bisa mengendalikan laju tank hingga akhirnya menabrak. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut karena pemilik motor dan penjual gorengan berhasil menghindar.

(mud/mud)