3 Kejadian Viral yang Bikin Geger Warga Garut Selama Agustus

Hakim Ghani - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 08:12 WIB
Pria Tua di Garut Minum Darah Sapi
Pria tua di Garut minum darah sapi (Foto: tangkapan layar video viral).

Aksi Pria Misterius Lucuti Bendera Merah Putih

Di akhir bulan Agustus 2020, masyarakat Garut kembali dihebohkan dengan kejadian yang viral di media sosial. Peristiwa itu adalah aksi pelucutan bendera merah putih yang belakangan diketahui dilakukan oleh lima orang bocah iseng.

Aksi pelucutan bendera itu terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2020 tepatnya di Jalan Raya Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, sekira pukul 03.37 WIB. Video aksi pelucutan bendera oleh sekelompok pria misterius itu viral di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat.

Seperti dilihat detikcom, dalam video tersebut terlihat empat orang pria bersarung berjalan di trotoar jalanan itu. Entah apa alasannya dua di antara mereka melucuti dua buah bendera merah putih yang terpasang di lokasi.

Polisi langsung turun tangan menindaklanjuti kejadian tersebut. Tim gabungan Resmob Satreskrim Polres Garut dan personel Polda Jabar dikerahkan untuk mengungkap kejadian itu.

Penyelidikan dilakukan hampir seminggu lamanya. Tepatnya pada Rabu, 26 Agustus, para pelaku akhirnya terendus polisi. Satu per satu dari mereka akhirnya diringkus dan diamankan ke Mako Polres Garut.

Hal mengejutkan terungkap saat polisi memeriksa lima orang pelaku yang berhasil diamankan. Kelima pelaku ternyata merupakan anak di bawah umur.

Hasil penyelidikan polisi, bocah-bocah itu melucuti bendera merah putih lantaran iseng. Polisi menyebut tindakan tersebut murni pencurian.

"Untuk motif, setelah kita periksa keterangan para anak mereka sekedar iseng. Memang ketika dilihat sekilas dari rekaman CCTV yang biral, dari cara mencabutnya itu dapat menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat," ungkap Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona.

"Tapi setelah kita periksa CCTV lain, mereka memperlakukan bendera tersebut dengan cara yang menurut penyidik berkesesuaian dengan keterangan pelaku yang mana mereka sangat menghargai bendera tersebut," kata Maradona menambahkan.

Karena kelima pelaku merupakan bocah di bawah umur, polisi dan sejumlah pihak terkait akhirnya menjalankan sistem peradilan pidana anak. Proses diversi kemudian dijalankan.

Berdasarkan hasil diversi, para bocah dan orang tua mereka meminta maaf kepada para korban. Permintaan maaf tersebut kemudian diterima korban.

Polisi akhirnya menetapkan para pelaku dikembalikan ke orang tua masing-masing untuk dibina. Kendati demikian, para pelaku kini dalam pemantauan tim dari Balai Pemasyarakatan.

Halaman

(mso/mso)