Kasus Penipuan Rumah Subsidi di Cianjur, 2 Pelaku Masih DPO

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 12:01 WIB
Korban  penipuan berkedok perumahan subsidi di Cianjur tunjukan bukti laporan dan bukti transaksi.
Foto: Korban penipuan berkedok perumahan subsidi di Cianjur tunjukan bukti laporan dan bukti transaksi (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku dugaan penipuan berkedok rumah bersubsidi di Cianjur. Namun masih ada dua pelaku yang ditetapkan sebagai DPO dan dilacak keberadaannya.

"Total ada empat pelaku, dua sudah diamankan inisial JS (52) dan IA (24). Tapi ada dua orang lagi yang masih DPO," ucap Kapolsek Pacet AKP Galih Apria, Senin (31/8/2020).

Menurutnya polisi masih melacak keberadaan dua orang tersebut. "Masih kami cari lokasinya, setelah ditemukan akan segera kami tangkap," ucap dia.

Ia menjelaskan keempat pelaku, baik yang sudah diamankan ataupun masih DPO, memiliki peran yang sama yakni sebagai pengembang perumahan sekaligus marketing.

Namun Galih mengungkapkan selain menangkap dan memproses para pelaku, pihaknya juga mengupayakan agar uang para korban bisa kembali.

"Sesuai dengan tuntutan para korban, uang mereka juga bisa kembali. Tapi itu tidak akan menguburkan proses hukum," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kembali muncul kasus penipuan perumahan subsidi bodong di Kabupaten Cianjur. Ratusan orang menjadi korban dengan nilai kerugian ditaksir lebih dari Rp 1,5 miliar.

Informasi yang dihimpun detikcom, kasus dugaan penipuan tersebut bermula ketika para korban ditawari rumah subsidi oleh salah satu pengembang di kawasan Kecamatan Pacet, 2018 lalu.

Para korban pun menyerahkan uang total Rp 8 kita untuk uang muka Rp 6,5 juta, booking fee Rp 1 juta, dan biaya administrasi Rp 500 ribu.

Setahun berlalu, para korban tak kunjung dapat kepastian kapan rumah subsidi dengan cicilan Rp 900 ribu-Rp 1 juta tersebut. Bahkan pengembang terus memberikan alasan terkait mangkraknya perumahan dengan nama Bhayangkara Village.

(mso/mso)