Selama Cuti Sebelum Bebas Murni, Nazaruddin Rajin Lapor ke Bapas Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 14:37 WIB
Mantan bendahara umum Partai Demokrat M Nazaruddin resmi bebas murni usai menjalani cuti menjelang bebas (CMB). Nazaruddin pun datang ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung saat bebas murni, Kamis (13/8/2020).
Nazaruddin bebas murni (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Mantan bendahara umum Partai Demokrat resmi bebas murni usai menjalani cuti menjelang bebas (CMB) selama dua bulan. Nazaruddin disebut kooperatif selama CMB.

"Selama menjalani bimbingan, yang bersangkutan mengikuti aturan yang ditetapkan," ujar Pembimbing Kemasyarakatan Madya Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung, Budiana di kantor Bapas Bandung, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (13/8/2020).

Aturan yang ditetapkan tersebut antara lain kewajiban Nazaruddin untuk melapor ke pembimbingnya selama CMB. Budiana sendiri bertindak sebagai pembimbing Nazaruddin selama 2 bulan CMB.

"Kewajiban lapor diri setiap satu minggu sekali, sampai terkahir hari ini sudah sembilan kali lapor ya," ujarnya.

Selain itu, kata Budiana, komunikasi antara mantan terpidana kasus proyek wisma atlet Hambalang tersebut berjalan cukup baik.

"Selama menjalani bimbingan selalu komunikasi dengan PK (Pembimbing Kemasyarakatan), di mana pun keadaan yang bersangkutan, saya selaku pembimbing kemasyarakatan nya mengetahui secara pasti," tuturnya.

Nazaruddin dipidana kurungan selama 13 tahun untuk 2 kasus. Terkait kasus yang menjeratnya, Nazaruddin telah menjadi JC dan mendapat remisi.

Kasus pertama yang menjerat Nazaruddin yaitu kasus suap wisma atlet di mana Nazaruddin terbukti menerima suap Rp 4,6 miliar dari mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris. Vonis 4 tahun 10 bulan dan denda Rp 200 juta dibebankan pada Nazaruddin pada 20 April 2012. Namun vonis itu diperberat Mahkamah Agung (MA) menjadi 7 tahun dan denda Rp 300 juta.

Kemudian kasus kedua yaitu berkaitan dengan gratifikasi dan pencucian uang. Dia divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar karena terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi dan melakukan pencucian uang dari PT DGI dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek yang jumlahnya mencapai Rp 40,37 miliar.

Nazaruddin pun sudah bebas. Dia menjalani CMB berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI nomor : PAS-738.PK.01.04.06 tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang cuti menjelang bebas atas nama Muhammad Nazaruddin bin Latief (alm).

Simak video 'Resmi Bebas, Nazaruddin Mau Berpolitik Lagi?:

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)