Kepala Daerah di Jabar Jadi Relawan Vaksin, IPRC: Memotivasi Rakyat

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 21:31 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Sinovac (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)
Ilustrasi (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
Bandung -

Sejumlah kepala daerah turut berpartisipasi dalam uji klinis calon vaksin COVID-19 dari Tiongkok. Satu yang sudah resmi terdaftar adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Direktur Indonesia Political Research & Consulting (IPRC) Iman Soleh mengatakan, keterlibatan kepala daerah itu bisa menambah harapan rakyat, bahwa jalan keluar dari pandemi ini akan ditemukan dalam waktu dekat.

"Ini hal yang positif menurut saya, keterlibatan kepala daerah bisa menjadi motivasi bagi rakyat, bahwa obat atau vaksin dari COVID-19 akan segera ditemukan. Ini merupakan hal yang membanggakan," kata Iman saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Kendati begitu, ia menegaskan agar kepala daerah yang terlibat dalam uji klinis calon vaksin corona ini tak membalut isu ini dengan kepentingan politis. Artinya, projek kemanusiaan ini jangan disangkutpautkan dengan perolehan suara.

"Jangan sampai uji klinis ini dianggap sebagai bagian dari kontestasi penanganan COVID-19. Harus berasal dari hati yang murni untuk menjadi sukarelawan untuk tujuan kemanusiaan," kata Iman.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku sudah mendaftarkan diri sebagai relawan vaksin COVID-19. Ia tinggal menunggu keputusan lolos atau tidaknya menjadi relawan.

"Saya sudah mendaftarkan, didaftarkan oleh tim kesehatan saya secara online. Jadi kuitansi, receive online atau tanda buktinya sudah ada," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil dalam keterangannya, Senin (10/8/2020).

"Kalaupun iya (lolos), saya laksanakan sesuai prosedur, tidak ada keistimewaan, kalaupun tidak, ya saya permaklumkan mungkin ada faktor-faktor kesehatan yang diperhatikan," kata Emil menambahkan.

Selain Ridwan Kamil, kepala daerah lainnya yang ingin menjadi relawan yaitu Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Sebagai penyintas, Yana mengaku bersedia menjadi relawan

Meski demikian, dirinya akan berkonsultasi dahulu dengan Tim Uji Klinis Fakultas Kedokteran Unpad apakah penyintas COVID-19 bisa menjadi relawan.

"Saya pernah positif, boleh ga?," katanya di Balai Kota Bandung, Rabu (5/8/2020).

Adapula Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. Hengky mengungkapkan alasannya mendaftarkan diri menjadi relawan uji klinis vaksin asal Cina itu karena keprihatinan pada kondisi pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir.

"Betul saya memang mengajukan diri untuk jadi relawan uji vaksin COVID-19. Tapi sampai sekarang memang belum daftar. Kemarin kan saya coba ke Unpad tapi kosong, jadi saya masih cari informasi pendaftarannya," ungkap Hengky kepada detikcom, Senin (10/8/2020).

(dir/mud)