Menaker Sebut Jumlah PHK Akibat Pandemi COVID-19 di Jabar Tertinggi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 16:35 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah menyebut ada 3,5 juta pekerja terkena dampak akibat pandemi COVID-19. Jumlah pekerja terkena PHK paling tinggi ada di Jawa Barat.

"Data yang ada, Jawa Barat itu paling tinggi jumlah teman-teman yang di PHK dan dirumahkan. Data yang ada di kami per tanggal 31 Juli (2020), ada 342 ribu. Jadi paling tinggi ya karena memang jumlah penduduk tinggi," ucap Ida di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (9/8/2020).

Ida mengatakan berdasarkan data secara nasional, terdapat 3,5 juta pekerja di Indonesia terkena dampak. Dari jumlah tersebut, sebesar 2,1 juta di antaranya terkena PHK hingga dirumahkan.

Ida mengatakan upaya mitigasi dilakukan pemerintah bagi para pekerja terdampak. Ada tiga hal di antaranya Indonesia sehat, Indonesia bekerja dan Indonesia tumbuh.

"Dalam konteks ketenagakerjaan pemerintah memberikan insentif kepada pelaku usaha terutama pelaku usaha UMKM dengan berbagai skema. Bagaimana pekerja? yang di PHK, dirumahkan tanpa digaji akan diprioritaskan dapat program kartu pra kerja," katanya.

Program kartu pra kerja sendiri, kata Ida, sempat diberhentikan sebab tengah diperbaiki tata kelolanya. Namun kini untuk gelombang keempat sudah mulai dilakukan.

"Maka nanti Kadis akan konsolidasikan data yang sudah diserahkan ke kami untuk mendapatkan prioritas program kartu pra kerja," ujar Ida.

Tonton video 'Cegah Badai PHK, Pemerintah Kucurkan Rp 100 T ke Perusahaan':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)