KPK Segel Vila Mewah Nurhadi di Puncak Bogor

M Solihin - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 17:59 WIB
Petugas KPK menyegel vila mewah milik Nurhadi di Bogor
Petugas KPK menyegel vila mewah milik Nurhadi di Bogor (Foto: M Solihin)
Bogor -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita vila milik eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi yang berlokasi di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jum'at (7/8/2020).

Tim KPK tiba di vila yang berlokasi di Jalan Cikopo Selatan, Kecamatan Megamendung, Kabipaten Bogor ini sekitar pukul 10:00 WIB. Setibanya di lokasi, rombongan KPK langsung memasuki area vila milik Nurhadi melalui gerbang utama.

Vila milik Nurhadi berada persis di pinggir Jalan Raya Cikopo Selatan, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Menurut informasi, vila tersebut memiliki luas sekitar 1 hektare. Area vila dibatasi dengan pagar tembok setinggi sekitar 2 meter dengan gerbang terbuat sari kayu.

Pintu gerbang yang terbuat dari kayu itu menjadi akses masuk satu-satunya untuk kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Di balik gerbang, terdapat pos penjagaan yang nampak kosong tanpa petugasnya. Dari luar vila, nampak bangunan bernuansa ornamen jawa dengan atap yang menjulang ke atas membentuk kerucut atau biasa disebut bangunan Joglo. Belum diketahui, apakah bangunan itu merupakan bangunan utama atau ada bangunan lain di dalamnya. Di sisi kiri bangunan itu, nampak area parkir yang saat ini dipenuhi oleh 6 mobil yang diduga milik rombongan KPK.

Rombongan KPK yang tiba sejak sekitar pukul 10:00 WIB itu masih berada di dalam vila milik tersangka Nurhadi hingga menjelang sore. Setelah lama berada di dalam vila milik Nurhadi, petugas KPK kemudian keluar untuk memasang stiker penyitaan.

Saat ini, vila milik Nurhadi yang diduga terkait dengan kasus yang menimpanya. Stiker penyitaan oleh KPK terpasang di gerbang utama vila. Tidak ada komentar sedikitpun dari petugas KPK di lokasi. Usai memasang stiker penyitaan, mereka langsung pergi meninggalkan vila menuju Jakarta.

Dalam kasus ini, KPK telah mengamankan sejumlah barang, antara lain tiga kendaraan, tas, sepatu, hingga uang tunai. KPK menyebut barang-barang itu berkaitan dengan kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar tersebut.

Nurhadi ditetapkan sebagai tersangka bersama menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), dan Hiendro Soenjoto dalam kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), ditangkap KPK di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan.

Tonton video 'Ini Kronologi Penangkapan Nurhadi Oleh Tim KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)