Saber Pungli Tindak 'Pak Ogah' hingga PNS Nakal di Jabar

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 21:19 WIB
Ilustrasi pungli
Ilustrasi pungi (Ilustrator: Basith Subastian/detikcom)
Cirebon -

Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengklaim telah menangani lebih dari 10 ribu kasus hingga triwulan ketiga tahun ini. Jumlah tersebut termasuk kasus pungli dengan barang bukti kecil, antara lain menindak 'pak ogah' atau juru parkir liar.

Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Saber Pungli Provinsi Jabar AKBP Harso Pudjo Hartono mengatakan tak semua kasus yang ditangani timnya masuk dalam proses pidana. Beberapa kasus pungli, menurut dia, diarahkan ke proses pembinaan.

"Sepuluh ribu ini dari yang paling kecil hingga besar. Ada yang proses pidana, ada juga pembinaan. Kalau pembinaan ini seperti pungli yang kecil-kecil, yang dilakukan masyarakat karena kondisi ekonomi, seperti 'pak ogah' salah satunya," kata Pudjo seusai kunjungan di kantor Imigrasi Kelas I A TPI Cirebon, Selasa (4/8/2020).

Ia menjelaskan dari seluruh kasus yang ditanganinya, beberapa di antaranya melibatkan aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS). Selain itu, lanjut Pudjo, ada juga kasus terkait bantuan sosial (bansos).

"Bansos ada. Tapi ranahnya bukan pidana, yang mengarah pidana belum ada. Tapi kita lakukan pembinaan kepada atasannya," ucapnya.

"Untuk ASN juga ada, ya seperti pelayanan publik. Pembuatan e-KTP, sertifikat, paspor dan lainnya," kata Pudjo menambahkan.

Saat ditanya mengenai kasus pungli tertinggi di Jabar, Pudjo mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci. Kendati demikian, lanjut dia, kasus pungli secara merata terjadi di Jabar.

"Kalau untuk jumlah kasus dibandingkan tahun lalu ada penurunan. Kemudian, informasi dari masyarakat juga berkurang," ucap Pudjo.

Satgas Saber Pungli Jabar juga mengapresiasi langkah kantor Imigrasi Kelas I A TPI Cirebon untuk menutup celah praktik pungli. Ketua Pelaksana Saber Pungli Jabar Kombes Pol Syahri Gunawan mengatakan pelayanan publik, seperti pembuatan paspor dan lainnya, rentan terjadi praktik pungli.

"Di sini bagus. Banyak inovasi yang dilakukan kantor imigrasi Cirebon, seperti drive thru, imigrasi masuk, pelayanan di mal, tidak boleh makan di kantin bersama pemohon (paspor dan lainnya), dan lainnya. Ini bagus menutup adanya praktik pungli," kata Syahri.

(bbn/bbn)