Round-Up

Buruh Pabrik-Istri Polisi Diduga Jadi Korban Investasi Bodong di Cianjur

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 10:02 WIB
Penampakan brosur investasi bodong di Cianjur
Penampakan brosur paket investasi bodong di Cianjur (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom).
Cianjur -

Ribuan orang menjadi korban kasus dugaan penipuan investasi berkedok paket kurban. Namun selain kurban, ada paket lainnya mulai dari haji hingga sepeda motor dengan iuran yang juga tergolong murah.

"Korban yang melapor ini hujan hanya paket kurban kambing dan sapi, tapi ada yang paket umroh, elektronik, hingga sepeda motor Yamaha NMAX," ujar Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto saat ditemui di Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, banyak peserta dari berbagai paket lain yang juga tidak kunjung menerima paketnya. Puluhan korban pun sudah melaporkan dugaan penipuan, dengan kerugian sementara mencapai Rp 3,6 miliar.

"Yang lapor sudah puluhan orang, dan terus bertambah dengan berbagai macam paket," kata dia.

Tidak hanya di Cianjur, korban penipuan paket investasi ini juga berada di Sukabumi. Para korban diperkirakan mencapai ribuang orang dengan berbagai latar belakang dari mulai buruh pabrik hingga istri seorang anggota polisi.

Sejumlah korban awalnya enggan memberikan informasi karena mereka masih berharap uang yang di invetasikan di ragam paket milik perusahaan terduga pelaku inisial HA akan cair. Status korban pun beragam mulai dari konsumen, reseller dan ketua.

"Dia dipanggil Big Boss, rata-rata mereka menyebutnya dengan nama itu. Mayoritas yang ikut itu buruh pabrik dan ada juga masyarakat, satu reseller bisa sampai 50-100 orang bisa lebih dari seribu. Hampir semua buruh di beberapa pabrik ikut masyarakat bahkan tetangga saya," kata AA, salah seorang rekan korban kepada detikcom, Senin (3/8/2020).

"Nama CV si terduga pelaku ini CV Hoki Jaya Abadi, dia menyebar informasi paket melalui brosur," sambung AA.

Selanjutnya
Halaman
1 2