Round-Up

Heboh Video Hoaks Ritual 'Sekte Pemuja Setan' di Itenas Bandung

Siti Fatimah - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 08:37 WIB
Itenas klarifikasi soal sekte setan
Klarifikasi Itenas Bandung (Foto: istimewa)
Bandung -

Publik media sosial Twitter sempat dihebohkan dengan adanya video aktivitas Jumat Seram yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. Banyak warganet yang mengaitkan video tersebut dengan aktivitas-aktivitas 'Sekte Pemuja Setan'.

Kasus bermula dari sebuah utas yang dibuat oleh akun Twitter @mwv.***** dengan mencantumkan sebuah cerita netizen dalam bidikan layar. Dalam status tersebut memuat cerita dugaan aktivitas sekte yang dilakukan oleh mahasiswa perguruan tinggi swasta di Bandung.

"Jadi gini waktu itu temen saya ada kumpul angkatan di kampus malem hari. Nah pas lagi kumpul, teman saya izin ke kamar mandi dan kebetulan lewat tempat sekre tersebut. Cerita dari teman saya dia ngeliat kumpulan orang pake jubah hitam gt sambil bawa lilin pas jam lewat 12 (sekitar jam 1 ato jam 2 pagi)," tulis sebuah akun.

Singkat cerita, lanjut dia, ada sebuah kelompok yang dibuat kakak tingkatnya untuk menelusuri dugaan sekte tersebut. Alhasil, penelusuran tersebut dihentikan tepat sehari sebelum dimulai karena ketua kelompok diceritakan sakit.

"Kelompok itu seperti sudah rahasia umum di kalangan mahasiswa di kampus tersebut," kata seorang netizen dalam sebuah utas Twitter yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu, seperti dilihat detikcom pagi ini, Minggu (26/7/2020) status tersebut sudah tidak ada (takedown).

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan DKV Itenas Farjus mengatakan, acara itu memang disebut Jumat Seram (Jumat Senang Ramai-ramai) yang berisi pesta kostum. Kejadian dalam video viral itu terjadi pada tahun 2019.

"Ya kurang-lebih pesta kostum begitulah. Kurang-lebih ceritanya tahun lalu mahasiswa baru 2019 diminta performing art. Kita cenderung membebaskan 'tema' senyamannya. Kebetulan mereka menyusun tema lebih dark dan ada bagian-bagian yang cenderung seperti sebuah 'sekte'," kata Farjus.

Dia mengatakan secara kebetulan aktivitas pada rekaman video yang beredar itu terjadi saat mereka gladiresik di luar gedung fakultas. Kejadian ini juga sempat viral di kalangan mahasiswa satu perguruan tinggi akhir tahun lalu. Namun, karena masih dalam lingkup internal, pihaknya mudah memberikan klarifikasi.

"Yang beredar kemarin adalah narasi yang tidak bertanggung jawab hanya bermodalkan dengar-dengar dan 'kata temen saya' yang padahal bukan mahasiswa di sini juga," ujarnya.

Namun kali ini, kata dia, narasi tersebut dikemas dengan misteri dan di-posting akun misteri sehingga terkesan berbeda dan melenceng dari kejadian sebenarnya.

Penampilan mahasiswa baru ini, kata dia, merupakan kegiatan rutin setiap tahun dan menjadi agenda BEM Jurusan DKV. "Bisa dibilang rutin. Tahun-tahun sebelumnya malah dibarengi sama live music dan memang seru-seruan bareng-bareng gitu, Kak," ucapnya.

Senada dengan itu, pihak Kampus Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung angkat bicara mengenai beredarnya video aktivitas Jumat Seram dan Pemujaan Setan yang diduga dilakukan oleh mahasiswa mereka.

Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Pemasaran Itenas Yulianti Pratama membantah informasi mengenai keberadaan sekte pemuja setan di kampus tersebut.

Dia menegaskan, rekaman video tersebut tidak sesuai fakta. Isi unggahan tentang 'Sekte Pemujaan Setan di Kampus' menurutnya terkesan digiring ke Kampus Itenas.

Selain itu, lanjut Yulianti, sumber informasi perihal sekte yang diduga melibatkan mahasiswanya tidak jelas, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Yulianti membenarkan sebagian foto termasuk dalam kegiatan mahasiswa Itenas. Namun foto tersebut, kata dia, tidak ada sangkut pautnya dengan ritual pemujaan setan atau sekte pemujaan setan.

"Beberapa foto yang disampaikan merupakan kegiatan mahasiswa kami, tetapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan 'Ritual Pemujaan Setan' atau 'Sekte Pemujaan Setan," kata Yulianti dalam Surat Klarifikasi yang dikeluarkan Itenas pada Kamis (24/7) lalu.

"Kegiatan tersebut adalah bagian dari kegiatan Jumat Seram (Jumat Senang Ramai-ramai) yang diadakan oleh mahasiswa kami pada bulan November 2019," tambahnya.

Dia menegaskan, di Kampus Itenas tidak ada kegiatan sekte pemujaan setan atau sejenisnya. Pihaknya berencana memperkarakan akun penyebar video hoaks yang mengatakan ada 'Sekte Pemuja Setan' di kampus Itenas.

"Apabila setelah klarifikasi ini kami masih menemukan narasi atau postingan tersebut, kami akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarluaskan," katanya

Alasannya memperkarakan kejadian tersebut, lantaran narasi atau postingan tersebut berpotensi dan bertendensi mencemarkan nama baik kampus Itenas dan civitas akademika. Kemudian, kata dia, melanggar Undang-Undang ITE.

"Oleh karena itu, kami meminta agar pihak-pihak yang dengan sengaja menyebarkan postingan tersebut agar segera menghentikan dan menghapusnya. Atau pihak-pihak yang menerima agar tidak menyebarluaskannya," ujarnya.

(mud/mud)