Nelayan Demo Tuntut Ganti Rugi Dampak Pembangunan Pelabuhan Patimban

Dian Firmansyah - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 19:59 WIB
Demo nelayan Patimban
Foto: Demo nelayan Patimban (Istimewa).
Subang -

Puluhan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Patimban melakukan aksi unjuk rasa di KSOP Patimban di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Mereka menuntut agar pihak pelaksana pembangunan Pelabuhan Patimban memberikan uang ganti rugi dampak pembangunan pelabuhan tersebut.

"Tuntutan kami agar pihak perusahaan segera merealisasikan kompensasi ganti rugi bagi para nelayan yang terdampak," kata Ketua aksi Asep Sumarna, disela-sela aksinya, Kamis (16/07/2020).

Para nelayan mengaku setelah adanya pembangunan Pelabuhan Patimban akses melaut terganggu bahkan terhalangi. Nelayan pun mengklaim jika lokasi pencarian ikan di sekitar bibir Pantai Patimban menjadi hilang.

Salah satu nelayan secara lantang menyuarakan keluhannya jika hasil tangkap ikan. Setelah adanya pembangunan pendapatan menurun.

Selain menuntut ganti rugi, para nelayan pun meminta agar pengelolaan dana CSR dari perusahaan diserahkan kepada pemerintah kabupaten Subang dengan alasan agar penyalurannya tepat sasaran.

"Yang kedua kami menuntut agar dana CSR diserahkan ke Pemda Subang agar tepat sasaran, banyak nelayan yang sampai saat ini belum menerima sepeser pun dan apapun dari perusahaan," ucapnya.

Sementara pihak Pemerintah Desa mengaku sudah menyampaikan segala keluhan para nelayan kepada pemerintah pusat melalui kementerian kelautan dan perikanan.

"Usulan nelayan yang selama ini di sampaikan ke pemerintah pusat itu tentang inovasi, kalo di pinggir sepanjang pantai ini sudah tidak bisa dilakukan untuk nelayan lokal maka kami mengajukan inovasi kapalnya harus ditambah kapalnya yang tadinya 5 GT jadi 10 GT, kemudian alat tangkapnya yang tadinya jaring kecil ke jaring fly, kemudian SDM nya, sehingga masyarakat nelayan dengan hadirnya pelabuhan ini betul-betul diperhatikan baik dari pelaksana proyek maupun pemerintah pusat dalam hal ini adalah kementerian perikanan," ujar Kepala Desa Patimban Darpani.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh detikcom dari rilis Polres Subang, jawaban perwakilan KSOP sebagai tim pelaksana pembangunan Pelabuhan Patimban menyebutkan sebanyak 1.250 nelayan yang terkena dampak dari pembangunan pelabuhan, sudah menyediakan 13 program mata pencaharian para nelayan.

"Kami belum mengetahui adanya Konpensasi baik dari perusahaan maupun pemerintah pusat," dalam rilis yang diterima.

Adapun 13 program mata pencaharian yang disediakan adalah pelatihan-pelatihan TKBM yang nantinya akan di pekerjakan di Pelabuhan Patimban.

Berikut Program Implementasi antara lain :

1). Culinary Entrepreneurship (Pengolahan Jasa Usaha Makanan)
2). Basic Safety Training (BST)
3). Urban Farming (Bercocok Tanam)
Processing Livestock Products (Pengolahan Tiga Produk dari Daging Sapi)
4). Cat Fish Cultivation (Budidaya Ikan Lele)
5). Assembling and Installation of Small Rampus Net (Perakitan dan Pemasangan Jaring Rampus)
6). Food Court Business Development (Pengembangan Usaha Food Court)
7). Business for Vurnerable People (Manajemen Keuangan dan Perencanaan Usaha)
8). Welding
9). Security
10). Forklift Operation
11). TKBM
12). Cleaning Service
13). Post Training Activities / Individual Practice

Sementara aksi tersebut dikawal ketat pihak keamanan dari TNI dan Polri.

(mso/mso)