Cerita Mistis Pendaki Hilang di Gunung Guntur Garut Menyisakan Petuah

Hakim Ghani - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 14:55 WIB
Gunung Guntur di Kabupaten Garut menyimpan mitos.
Gunung Guntur/Foto: Hakim Ghani
Garut -

Afrizal Putra Martian (16), remaja asal Garut ini sempat bikin heboh pekan lalu karena hilang saat mendaki Gunung Guntur, Jumat (3/7/2020). Ia ditemukan keesokan harinya tanpa pakaian di dekat batu besar sekitar mata air.

Cerita mistis mengiringi hilangnya Afrizal. Ia mendaki Gunung Guntur dengan empat orang temannya pada Jumat (3/7) lalu. Dia tiba di sekitaran Pos 3 Gunung Guntur sekira pukul 17.00 WIB dan kemping di sana. Ada pesan khusus yang disampaikan orangtua Afrizal agar kejadian yang menimpa anaknya tidak terulang.

"Dia muncak bersama teman-temannya. Kemudian saat bangun tidur, teman-temannya bingung karena sudah tidak ada di tenda," kata Agung, Ayah Afrizal.

Menurut keterangan Agung, kejadian aneh terjadi sebelum Afrizal menghilang. Peristiwa itu bermula Jumat malam setelah Afrizal kencing. Setelah kencing itu, Afrizal sempat ngobrol sendirian.

"Dia sempat ngobrol sendirian. Kemudian teman-temannya nanya, kamu ngobrol sama siapa. Anak saya jawab iyeu jeung si brother (ini ngobrol sama si brother) sambil nunjuk ke arah gelap," ucap Agung.

Setelah itu Afrizal menghilang. Teman-temannya menyadari Afrizal sudah tidak ada di tempat saat Sabtu (4/7) pagi. Mereka kemudian berusaha mencari hingga Sabtu siang saat itu.

Sekira pukul 13.00 WIB, karena Afrizal tak kunjung ada, teman-temannya memutuskan untuk turun dan melaporkan kejadian itu.

Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh tim gabungan dipimpin Basarnas dari Kantor SAR Bandung. Pencarian dimulai sejak Minggu (5/7) pagi.

Afrizal ditemukan oleh seorang tukang parkir bernama Entis Sutisna (61), tak jauh dari kawasan Pos 3 Gunung Guntur tepatnya di sekitaran mata air Citiis. Afrizal ditemukan tanpa pakaian di dekat sebuah batu besar.

Kondisi Afrizal saat ditemukan dalam keadaan lemas. Tatapan matanya kosong. Ada beberapa luka bekas goresan duri di tubuhnya. Dia kemudian langsung dibawa Entis ke pos.

Agung mengatakan, saat itu sebenarnya dia dan keluarga sudah pasrah akan hilangnya Afrizal. Namun, keluarga meminta doa semua orang agar Afrizal ditemukan.

"Saya bermunajat, berdoa kepada yang kuasa. Saya meminta maaf kepada karuhun-karuhun di sana kalau kelakuan anak saya tidak sopan," katanya.

Agung berpesan kepada para pendaki, khususnya pemula agar tidak sompral saat tengah mendaki. Pendaki harus bisa ramah dan berdampingan dengan alam.

"Untuk mendaki tidak cukup hanya bekal mi instan dan air mineral saja. Tapi harus punya mental dan keimanan yang bagus," katanya.

"Di sana kita harus ramah. Ada alam yang harus dijaga, karena kita hidup di dunia bukan hanya manusia saja," tutup Agung.

Tonton juga 'Byur! Serunya Main Air di Kaki Gunung Guntur':

[Gambas:Video 20detik]

(ern/ern)