Perangkat Desa Cianjur Dirampok, Dana Desa Rp 90 Juta Raib

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 19:11 WIB
Ban mobil yang ditumpangi pegawai desa di Cianjur
Foto: Ban mobil yang ditumpangi petugas desa Cianjur (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Uang dana desa (DD) senilai Rp 90,8 juta raib digondol perampok, Kamis (9/7/2020). Pelaku yang berjumlah empat orang itu berhasil membawa uang Desa Ciandam, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur usai menggembosi ban mobil korban.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, perampokan itu bermula ketika Baban Sobandi, Kasi Kesra Desa Ciandam mencairkan DD untuk pembangunan jalan desa ke Bank BJB.

Setelah selesai mengambil uang, Baban bersama istrinya melintas ke Jalan Harun Kabir untuk ke percetakan sebelum kembali ke kantor desa. Namun saat di jalan tersebut, tiba-tiba ban mobil bagian kiri belakang bocor.

Baban turun untuk mengecek kondisi ban. Istrinya yang juga pegawai desa ikut turun dari mobil.

"Awalnya normal, tapi kemudian mobil tidak stabil karena ban belakang ternyata bocor. Tapi saya heran, bocornya itu di samping. Padahal saya kira kena paku," ujar Baban saat ditemui di Mapolsek Cianjur.

Tidak lama kemudian, seseorang masuk ke dalam mobil dan membawa uang yang di simpan di bawah dasboard mobil. Aksi pelaku sempat ketahuan, saat Baban hendak mengambil ban dan dongkrak.

Sayangnya, pelaku langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor. Ketika berusaha mengejar pelaku, mobil dihalangi sepeda motor yang diduga merupakan komplotan dari pelaku tersebut.

"Prosesnya cepat, saya sama istri turun cek ban. Pelaku langsung ambil uang dan kabur. Total ada empat pelaku, naik dua sepeda motor. Masing-masing berboncengan. Saya waktu itu fokus ke yang ambil uang, belum sadar motor yang menghalangi itu masih komplotan. Tapi terus menghalangi laku mobil, jadinya motor yang pertama sudah jauh," kata dia.

Baban kemudian datang ke Polsek Cianjur untuk melaporkan aksi perampokan dana desa yang rencana akan digunakan untuk membangun jalan.

"Itu uang nya untuk bangun jalan desa. Karena akses utama warga di satu kampung itu rusak parah. Tapi dibawa kabur perampok. Tadi sudah laporan," paparnya.

Sementara itu, Plh Wakapolsek Cianjur Iptu Hermansyah, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus perampokan dengan modus gembos ban tersebut. Rencananya polisi akan memeriksa CCTV bank hingga memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

"Kami masih dalami, kami akan berusaha agar secepatnya terungkap," ujarnya.

(mso/mso)