Sebar Hoaks 'Penembakan di Rancaekek', Pria Cirebon Diciduk Polisi

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 18:22 WIB
Pria Cirebon ditangkap gegara sebar hoaks penembakan di Rancaekek
Pria Cirebon ditangkap gegara sebar hoaks penembakan di Rancaekek (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Seorang pria asal Cirebon, IA (43), ditangkap polisi setelah mengunggah video hoaks 'Penembakan di Rancaekek' di akun Youtube-nya. Nyatanya, video tersebut tidak pernah terjadi di Rancaekek melainkan terjadi di Mexico.

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, video tersebut sempat viral dan diunggah ulang oleh beberapa akun Youtube. Dalam video tersebut menggambarkan penembakan yang dinilai brutal.

"Beberapa waktu ke belakang terkait adanya video viral, di mana video tersebut ada penembakan yang kita sama-sama lihat video tersebut amat brutal dan tragis. Faktanya, kejadian tersebut tidak ada," ujar Hendra di Mapolresta Bandung, Soreang, Kamis (9/7/2020).

Hendra menambahkan, dari judul hingga narasi dalam video tersebut sudah mengandung hoaks. Apalagi, video yang diambil tersebut bukan terjadi di Indonesia maupun Rancaekek.

"Di situ disebut kejadiannya di Rancaekek. Kita telusuri tidak ada kejadian itu. Rupanya ada seseorang yang ambil video di tempat lain dan memposting di tempat tersebut," tambahnya.

Hendra menyebutkan, kejadian tersebut bermula saat IA mengunduh sebuah video penembakan. Kemudian video tersebut digabungkan dengan narasi sebuah kejadian di Rancaekek yang belum terkonfirmasi beritanya.

"Hasil penelusuran, kejadiannya (dalam video yang diunduh, terjadi) di mexico, kemudian dia upgrade dan olah, sehingga seolah-olah terjadi di sini," ungkapnya.

Setelah video dan narasi selesai diedit, IA mengunggah video tersebut di akun miliknya, Harian Viral. Saat ini, video tersebut telah dihapus oleh pemilik akun. Namun, video tersebut sudah kadung tersebar dan viral di media sosial.

"Kemudian banyak akun yang memviralkan video ini, jadi terjadi berita-berita tidak benar," ujarnya.

Polisi yang mendeteksi video tersebut langsung bergerak cepat. Kemarin (8/7/2020) malam, polisi berhasil mengamankan tersangka di tempat tinggalnya, Kota Cirebon. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu ponsel milik tersangka.

Akibat perbuatannya, IA terancam hukuman penjara selama dua tahun. Pasal yang dikenakan kepada tersangka adalah, Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Aturan Hukum Pidana.

(mud/mud)