Dua Klaster Baru Muncul, Kasus Corona di Jabar Kembali Melonjak

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 21:42 WIB
poster
Ilustrasi pandemi Corona (ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) mengungkap dua klaster baru penyebaran virus Corona di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal.

Dua klaster tersebut, yakni klaster pabrik di Kabupaten Bekasi dan satu lagi institusi pendidikan kenegaraan yang berada di wilayah Bandung Raya. Lalu bagaimana pengaruh klaster tersebut terhadap peta sebaran COVID-19 di Jabar?

Pantauan detikcom, dari laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) terjadi kenaikan kasus selama sepekan terakhir. Paling mencolok terjadi pada 4 - 6 Juli 2020. Yang dimana pada 3-4 Juli terjadi kenaikan yang cukup drastis, dari 29 kasus menjadi 93 kasus.

Keesokan harinya (4-5 Juli) dari 96 kasus menjadi 106 kasus. Kemudian dari 5-6 Juli masih terjadi kenaikan kasus positif dari 106 menjadi 126 kasus.

Juru Bicara GTPP Jabar Berli Hamdani mengatakan, 126 kasus yang masuk pada 5-6 Juli berasal dari institusi kenegaraan tersebut. Dengan masuknya data tersebut, jumlah keseluruhan warga terkonfirmasi COVID-19 di Jabar mencapai 3.700 kasus per 6 Juli 2020.

"Kalau yang sudah dilaporkan di Pikobar dari institusi tersebut sekitar 126 yang positif. Tapi kami masih tracking dan tracing. Dan sebagai tindak lanjut kami akan melakukan tes masif ke semua institusi pendidikan se-Jabar yang berbasis asrama. Berita pastinya harus menunggu hasil PE puskesmas setempat," ujar Juru Bicara GTPP Jabar Berli Hamdani saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/7/2020).

Tonton video 'Tambah 1.268, Total Kasus Positif Corona di Indonesia Jadi 66.226':

Selanjutnya
Halaman
1 2