Dua Klaster Baru Muncul, Kasus Corona di Jabar Kembali Melonjak

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 21:42 WIB
poster
Ilustrasi pandemi Corona (ilustrator: Edi Wahyono)

Sementara itu pada 6-7 Juli 2020, terjadi penurunan angka kasus walau jumlahnya masih tinggi yakni 79 kasus. Hal itu membuat angka kasus terkonfirmasi di Jabar melambung ke angka 3.779 kasus.

Ketua GTPP Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan saat ini telah melacak secara masif di dua klaster tersebut. Untuk klaster industri diketahui ternyata penularan mayoritas terjadi di tempat kos karyawan yang bekerja pada beberapa pabrik.

"Kita sudah lakukan tracing yang sangat masif karena ternyata dia ngekosnya berkumpul dengan karyawan dari pabrik lain. Tapi alhamdulillah sudah terkendali dari sisi penyebaran tidak terjadi penambahan yang masif," kata Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- di Mapolda Jabar.

Sementara untuk klaster institusi pendidikan kenegaraan, Kang Emil tak menyebut nama institusi maupun lokasinya. Namun pelacakan sudah dilakukan bahkan akan sampai pada uji usap (PCR) anggota keluarga yang bersangkutan.

"Tidak satu (institusi) tapi ada beberapa. Itu juga sudah di-tracing dan hari ini sampai minggu depan kita akan lakukan testing PCR kepada keluarganya," ujarnya.

Pada bulan Maret juga ditemukan empat klaster penyebaran COVID-19 di Jabar, di antaranya klaster Musda Hipmi Jabar di Karawang, Seminar Bisnis Syariah di Sentul Bogor, Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) di Kota Bogor, dan acara seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Hotel Asri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Halaman

(yum/bbn)