Ini Penjelasan Gugus Tugas Kabupaten Bandung soal 14 Desa Diperketat

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 19:49 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

14 desa diperketat usai status kewaspadaan di Kabupaten Bandung kembali menjadi zona kuning. Akan ada mekanisme tertentu yang akan diterapkan di desa tersebut di antaranya pengetatan protokol kesehatan dan tracking ketat.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bandung Yudi Abdurahman mengatakan akan ada dua mekanisme yang diterapkan kepada 14 desa tersebut.

"Jadi akan ada dua mekanisme yang akan kita terapkan dan komunikasikan kepada gugus tugas di tiap kecamatan tersebut. Di antaranya akan ada pengetatan protokol kesehatan dan tracking ketat," ujar Yudi, Selasa (7/7/2020).

Yudi mengatakan, meskipun protokol kesehatan akan diterapkan di 14 desa tersebut. Bukan berarti desa yang lain tidak menerapkan protokol kesehatan, karena dikhawatirkan akan ada euforia yang berlebihan.

"Tetapi ini fluktuatif, mengingat kondisi ini akan berubah apabila di desa tersebut tidak terjadi penambahan pasien positif lagi," ujarnya.

Kemudian, di desa tersebut akan dilakukan tracking ketat oleh puskesmas setempat. Di mana akan dicari orang terdekat yang pernah berkontak dengan beberapa pasien positif.

"Kemudian yang paling utama adalah tracking ketat, siapa saja yang pernah berhubungan dengan pasien tersebut. Dan yang akan melakukan tracking nantinya adalah dari puskesmas setempat," pungkasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya Bupati Bandung Dadang M. Naser menyebutkan ada satu faktor penyebab status tersebut berubah menjadi kuning. Di antaranya, adanya penambahan jumlah pasien positif yang diketahui berprofesi seorang tenaga medis.

Tenaga medis tersebut merupakan petugas di beberapa puskesmas di Kota Bandung, sedangkan status kependudukannya di Kabupaten Bandung.

"Kejadiannya di Kota Bandung, para pegawai-pegawai kesehatan di Kota Bandung, perawat di puskesmas tersebar di beberapa puskesmas sedangkan warganya warga kami, dikembalikan ke kami," kata Dadang.

(mud/mud)