Round-Up

Dari Chat di Grup WhatsApp, Pengurus Kadin Jabar Jadi Tersangka

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 08:45 WIB
ilustrasi pria diborgol
Foto: Ilustrasi (thinkstock).
Bandung -

Berawal dari chat di WhatsApp grup, pengurus Kadin Jabar Dony Mulyana Kurnia ditetapkan sebagai tersangka. Dony jadi tersangka atas kalimat yang dia tulis di WAG dengan narasi tuduhan terhadap Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana.

Dony dijadikan tersangka atas kasus Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penetapan tersangka terhadap Dony, berawal dari laporan polisi bernomor LP/B/77/1 Jabar tanggal 23 Januari yang dilakukan oleh Tantan ke Polda Jabar.

"Sudah kita tetapkan tersangka. Sudah dikirim berkasnya tahap satu ke kejaksaan," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2020).

Tersangka sendiri menuliskan kalimat makian serta tuduhan melalui grup WhatsApp internal Kadin Jabar. Salah satu tuduhannya terkait pemberian cek kosong dengan besaran ratusan juta rupiah.

"Kasusnya Undang-undang ITE. Penghinaan di media sosial di WhatsApp Grup. Dia di grup WA melakukan penghinaan terhadap pelapor. (Pelapor ketua kadin?) Iya," katanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Dony mengaku sudah mengetahui soal statusnya yang sudah jadi tersangka. Dony mengatakan akan menghadapi dan menyiapkan bukti-bukti untuk pembuktian

"Ya nanti pembuktian saja. Saya sih enjoy-enjoy saja berpijak pada kebenaran saja," kata Dony kepada detikcom.

Dony mengaku sudah mendapatkan banyak bukti soal kalimat yang ditulisnya itu benar. Soal aset Tatan yang sudah dilelang hingga cek kosong.

"Mengenai cek kosong itu juga sekarang sampai 18 Kadin daerah menyampaikan mosi tidak percaya. Dari 27 sudah 18. Ini salah satu bukti Kadin daerah kecewa berat dengan janjinya saudara Tatan mengenai stimulus itu," kata dia.

Disinggung soal adanya upaya hukum untuk melakukan praperadilan atas status tersangka ini, Dony mengaku akan berbicara terlebih dahulu dengan kuasa hukumnya.

"Nanti harus sama pengacara kalau praperadilan atau bagaimana. Saya ngalir aja ngadepinnya. Yang penting kalau bener mah bisa bebas. Saya juga mintanya ke polisi untuk SP3, karena apa sih buktinya, toh saya nge-WA di grup Kadin. Jadi ibaratnya saya teriak maling malah maling laporin saya," ujarnya.

(dir/mso)