Biduan di Bandung Jadi Pengedar Sabu Jaringan Lapas

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 13:55 WIB
Tersangka pengedar sabu di Cimahi
Foto: Vina pelaku pengedar sabu di Cimahi (Whisnu Pradana/detikcom).
Cimahi -

TN alias Vina (40) diamankan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi. Dia terbukti mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu.

Wanita yang berprofesi sebagai biduan itu diringkus di kediamannya di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada 27 Juni 2020 lalu.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengungkapkan penangkapan Vina bermula dari penyelidikan yang dilakukan untuk membongkar peredaran sabu di tempat hiburan.

"Kita lakukan penggerebekan di tempat tinggalnya. Kasus ini berawal dari penyelidikan yang kita lakukan selama seminggu belakangan," kata Yoris saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Senin (6/7/2020).

Setelah dilakukan penggeledahan didapati barang bukti berupa sabu-sabu siap edar seberat 35 gram. Berdasarkan pengakuan tersangka, dirinya mendapat barang haram itu dari rekannya yang berada di dalam Lapas di Jawa Barat.

"Jadi dia ini mengendalikan peredaran sabu di luar, sementara dia sendiri punya bos di dalam lapas. Biasanya barang ini diedarkan secara langsung seperti di tempat hiburan malam atau ada yang sistem tempel juga," katanya.

Kasatnarkoba Polres Cimahi AKP Andri Alam menyebutkan Vina mulai mengenal narkoba dari tempat hiburan ke tempat biasa ia bernyanyi. Andri menyebutkan Vina pernah diciduk polisi lantaran melakukan penyalahgunaan obat-obatan terlarang pada tahun 2017 silam.

Setelah rampung mengikuti rehabilitas, Vina malah kembali terjun di lingkaran peredaran narkoba. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Vina menjadi pemakai sekaligus pengedar. Dari tempat hiburan ke tempat hiburan, penyanyi itu membuat jaringan dengan menjual sabu dari dalam Lapas kepada konsumennya.

"Tersangka biasa diundang sebagai penghibur sebagai penyanyi, dia main di cafe-cafe. Kebanyakan konsumennya di tempat hiburan di wilayah Bandung," tuturnya.

Andri menjelaskan dalam satu minggu Vina mampu menjual sampai 200 gram, dengan harga jual senilai Rp 1,5 juta per gram. Namun saat penggerebekan, barang bukti yang tersisa hanya sebanyak 35 gram.

"Pengakuan dari tersangka awalnya dia menjual lalu mendapat bonus berupa barang untuk dia pakai pribadi. Tapi lama-lama dia terjerat dan menjual sabu-sabu untuk memenuhi kebutuhan ekonominya," sebutnya.

Sementara itu Vina mengaku dirinya nyambi menjadi pengedar narkoba demi memenuhi kebutuhan hidupnya bersama dua orang anak.

"Awalnya memang saya cuma jual barang terus dapat barang lagi. Tapi baru-baru ini dapat keuntungan," ujar Vina.

Atas tindakannya Vina dijerat Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman kurungan penjara 5 sampai 20 tahun.

(mso/mso)