Menimbang Sosok Mumtaz Raiz di Kabinet Jokowi versi IPO

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 12:43 WIB
Ahmad Mumtaz Rais, Kamis (2/1/2019)
Foto: Usman Hadi/detikcom
Bandung -

Isu reshuffle berembus kencang setelah Presiden Jokowi menegur keras menteri kabinetnya yang dinilai tak punya sense of crisis di tengah pandemi COVID-19. Teguran itu dilontarkan Jokowi di tengah sidang kabinet paripurna pada Kamis 18 Juni 2020 lalu.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, andaikata Jokowi melakukan reshuffle kabinet, tentunya harus bisa bebas dari dikotomi parpol dan non-parpol dalam membangun kabinetnya.

"Selama tokoh yang ia pilih punya kapasitas, maka tidak ada persoalan, tetapi perlu diingat jangan sampai wacana merekrut kelompok oposisi dijadikan dalih peredaman kritik, itu akan sangat riskan bagi pemerintahan yang sehat," ujar Dedi saat dihubungi detikcom, Jumat (3/7/2020).

Sejumlah elit politik pun menangkap sinyal tersebut dengan menyodorkan sejumlah kadernya, seperti yang dilakukan PAN yang mengusulkan Mumtaz Rais, anak Amien Rais yang kini menjadi Ketua DPP PAN Bidang Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan (POK).

"Lebih jauh lagi, apakah Mumtaz miliki kemapanan intelektual dan kapasitas atau tidak untuk seorang Menteri, jika hanya soal politik saya kira ia sama sekali tidak layak," katanya.


Ia menilai, PAN melihat celah untuk bisa masuk ke dalam kabinet. Namun, ia menilai secara hitungan politis andai pun PAN bisa menduduki kursi, nama Mumtaz bukan pilihan prioritas.

Meskipun Dedi pun melihat, keputusan mundurnya Mumtaz dari Pilkada Sleman bisa secara tidak secara langsung berkaitan dengan reshuffle ini.

"Banyak faktor, meskipun Mumtaz sendiri yang sampaikan alasan mundur karena didapuk masuk struktur DPP PAN. Tetapi alasan bisa dibuat, soal potensi Mumtaz masuk kabinet bisa saja benar, bergantung bagaimana PAN berhasil meyakinkan Presiden," katanya.

Wakil Bendahara Umum PAN Rizki Aljupri mengatakan partainya siap membantu Jokowi di dalam pemerintahan. Ia menawarkan kader-kader terbaik PAN.

"Pada dasarnya PAN siap jika diminta oleh Presiden Jokowi untuk turut berkontribusi di dalam pemerintahan. Beberapa nama yang mengemuka di kalangan internal adalah Mas Soetrisno Bachir (Ketua Wanhor DPP PAN), Eddy Soeparno (Sekjen DPP PAN), Teguh Juwarno (eks Ketua Komisi VI DPR RI), dan Mumtaz Rais (Ketua POK DPP PAN)," urai Rizki kepada wartawan, Kamis (2/7).


Meski begitu, Rizki menyatakan pihaknya belum ada komunikasi dengan Jokowi terkait reshuffle. Ia hanya menyatakan PAN siap bergabung di pemerintahan.

"Belum (ada komunikasi). Tapi jika memang kader PAN diperlukan oleh Pak Jokowi untuk membuat kinerja kabinet menjadi lebih baik dan dapat berlari lebih kencang, kita siap," kata Rizki.

(yum/ern)