Uji Coba New Normal, Bima Arya Izinkan Hotel Gelar Resepsi Pernikahan

M Sholihin - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 17:48 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Foto: M. Sholihin
Bogor -

Kota Bogor mulai masuk masa uji coba new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal per Jum'at (3/7/2020). Selama masa transisi ini, Pemkot Bogor mengizinkan hotel menggelar sejumlah kegiatan seperti seminar, workshop, pertemuan ilmiah hingga resepsi pernikahan.

"Untuk hotel diizinkan menyelenggarakan kegiatan seperti resepsi pernikahan, maupun kegiatan yang lain seperti workshop, bimtek, seminar, dengan protokol yang lengkap dan melakukan pengajuan ijin yang lengkap ke pemkot bogor," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di Balaikota Bogor, Kamis (2/7/2020).

Setiap hotel yang akan menggelar kegiatan seperti disebut diatas, kata Bima, harus mengajukan izin terlebih dahulu dan mengajukan konsep protokol kesehatan yang akan diterapkan di hotel tersebut.


Terkait resepsi pernikahan, sampai saat ini belum diizinkan digelar di rumah. Namun untuk kegiatan akad nikah, diizinkan digelar di rumah namun dengan kehadiran yang terbatas.

"Jadi bukan berarti kemudian semua diizinkan, semua bebas, itu tidak, tetapi setiap hotel mengajukan konsep protokol kesehatannya, dan mekanismenya sama seperti kita memverifikasi protokol kesehatan di mall," terang Bima.

"Kita akan cek di lapangan, apabila belum siap maka belum akan diizinkan, apabila siap maka kita akan ujicoba dengan catatan-catatan, jadi hanya hotel-hotel yang siap dengan protokol kesehatan yang boleh beroperasi," tambahnya.

Sementara untuk tempat wisata, kata Bima, tidak bisa beroperasi sebelum mengajukan konsep protokol kesehatan yang akan diterapkan. Aturan itu juga berlaku untuk pengelola kolam renang umum dan lokasi kebugaran selama fase pra AKB diberlakukan.

"Untuk tempat wisata silahkan mengajukan konsep protokol kesehatan kepada pemkot, untuk kemudian nanti dilakukan assesment dan evaluasi, dan diminta uyk menyatakan sebuah kesepakatan atau pernyataan bersama," kata Bima.


Sementara untuk tempat hiburan malam seperti karaoke, panti pijat, sarana olahraga termasuk lembaga pendidikan masih belum diizinkan beroperasi karena dianggap sebagai bidang-bidang yang memiliki resiko tinggi jadi tempat penyebaran COVID-19.

"Namun demikian bagi bidang-bidang yang masih memiliki resiko tinggi belum diizinkan beroperasi, yang high risk baik itu sarana olahraga, maupun hiburan. Berenang masih menunggu protokol kesehatan yang ketat. Kemudian lembaga pendidikan juga belum. Untuk pusat kebugaran, silahkan mengajukan konsep protokol kesehatannya," kata Bima.


(ern/ern)