Sepekan AKB, Sekelompok Remaja Malah Pesta Miras di Alun-alun Soreang

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 17:45 WIB
minuman keras berakohol. Agung Pambudhy/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi miras (Foto: Agung Pambudhy)
Bandung -

Baru sepekan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Jawa Barat diterapkan, delapan remaja ini malah pesta miras di Alun-alun Soreang, Kabupaten Bandung. Enam pemuda kabur, dua orang diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung.

Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Bandung Oki Suyatno mengatakan, pada Selasa (30/6/2020) malam, delapan remaja kedapatan pesta miras dan berhasil diamankan oleh petugas.

"Iya betul setelah saya dapat konfirmasi dari unit Soreang, tepatnya Selasa malam, 8 remaja yang masih di bawah umur lagi pada pesta miras di Alun-alun Soreang," kata Oki saat dihubungi detikcom, Kamis (2/7/2020).

Satpol PP yang melihat kejadian tersebut langsung mengamankan para remaja itu. Namun karena kekurangan personel hanya dua yang berhasil diamankan.

"Kami langsung amankan, namun karena kekurangan personel, waktu itu hanya dua orang. Enam orang kabur dan 2 orang saja yang berhasil diamankan," ucapnya.

Saat diinterogasi, kedua remaja tersebut mengaku masih warga sekitaran Alun-alun Soreang. Mereka sengaja, menghabiskan malam dengan pesta miras bersama.

Meski demikian, petugas tidak melakukan sidang tindak pidana ringan (tipiting) di lokasi. Melainkan, memanggil ketua RT dan RW asal remaja tersebut yang nantinya dititipkan untuk dilakukan pembinaan.

"Mereka diketahui merupakan warga situ-situ juga. Kita enggak tipiring di lokasi karena di situasi covid gini agak susah untuk sidang. Kita panggil RT RW-nya, nantinya diberikan pembinaan kepada remaja tersebut," ujar Oki.

Selain itu, Oki menambahkan, selama pandemi ini pihaknya agak kesulitan menindak para remaja yang sering pesta miras. Karena, beberapa petugas difungsikan untuk menjaga check point saat PSBB berlangsung.

Meski demikian, Oki menilai, penyebaran miras mulai menurun di saat pandemi ini. Karena selain diperketat patroli, aktivitas warga pun dibatasi.

"Karena kami fokusnya pada penimbun, pengedar miras, selama pandemi ini justru menurun (aktivitasnya). Karena mungkin, kegiatan masyarakatnya sendiri dibatasi," pungkasnya.

(mud/mud)