Round-Up

Terbongkarnya Aksi Licik Pasutri di Bandung Pengoplos Daging Celeng

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 09:09 WIB
Suami-istri jual daging sapi oplos celeng di Bandung Barat.
Penampakan pasutri yang jual daging oplosan celeng (Foto: Whisnu Pradana)

Setiap bulannya T dan R memasok daging celeng ke pelanggannya di Purwakarta sebanyak 70 kilogram, di Tasikmalaya sebanyak 30 kilogram, di daerah Cianjur 30 kilogram, dan untuk rumah makan di Bandung sebanyak 40 kilogram perbulan.

"Jadi mereka ini menjual daging celeng dioplos daging sapi impor ke rumah makan di Kota Bandung, Cianjur, dan Purwakarta. Ada peran pelaku lainnya yakni N dan D. Untuk pelaku D, dia memasarkan daging itu ke tukang bakso keliling di Tasikmalaya," jelasnya.

Para pelaku tersebut menjual daging oplosan demi mendapatkan keuntungan lebih besar. Perbedaan harga antara daging celeng dengan daging sapi impor hampir dua kali lipat.

"Analoginya kalau harga daging sapi Rp 110 ribu, keuntungan mereka sudah dua kali lipat. Jadi memang tujuan mereka menjual daging oplosan ini untuk mendapatkan keuntungan lebih," tegasnya.

Keempat pelaku disangkakan pasal 62 ayat 1 atau 2 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf d UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Pasal 91 A Jo Pasal 58 ayat (6) UU RI nomor 41 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 18 tahun 2009 Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun. Rencananya akan dilimpahkan ke polres yang lain seperti Polres Cianjur, Polres Tasikmalaya, Polres Purwakarta, karena TKP penjualan semuanya berasal dari sana," tandasnya.

Halaman

(mud/mud)