Kembali Masuk Pesantren 14 Juni, Santri Ciamis Wajib Kantongi Surat Sehat

Dadang Hermansyah - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 10:34 WIB
Santri di Ciamis segera kembali ke pesantren dengan syarat mengantongi surat sehat
Santri di Ciamis segera kembali ke pesantren dengan syarat mengantongi surat sehat (Foto: Dadang Hermansyah)
Ciamis -

Para santri akan kembali masuk pesantren di Ciamis pada 14 Juni 2020, usai PSBB perpanjangan selesai. Sebelum kembali ke Pesantren Ciamis, mereka wajib membawa surat keterangan sehat dan menaati protokol kesehatan santri.

"Para santri sebelum ke Ciamis, supaya membawa surat sehat dari dokter di instansi kesehatan setempat. Sebelumnya juga telah melakukan isolasi mandiri di rumahnya," ujar Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Jumat (5/6/2020).

Pemda telah menggelar rapat koordinasi dengan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FPP) di Oproom Setda Ciamis. Membahas persiapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru. Jumlah Santri yang kembali ke Ciamis sekitar 30.000 orang.

Para santri harus mentaati protokol kesehatan khusus dari Kementerian Agama. Yakni dinyatakan sehat, membawa peralatan mamin sendiri, perbekalan vitamin C, nutrisi ketahanan tubuh, masker dan hand sanitizer untuk 1 bulan. Pengantar tidak masuk asrama dan tidak diperkenankan menjenguk.

Setelah sampai di pesantren, santri tak bersalaman dengan pengasuh, guru, dan teman selama masa pandemi COVID-19 berakhir, jaga jarak saat berinteraksi, salat, belajar dan tidur. Santri menggunakan peralatan sendiri dan tidak keluar lingkungan pesantren kecuali kepentingan khusus.

"hal ini dilakukan dalam upaya menyiapkan masyarakat untuk siap beradaptasi dengan kebiasaan baru. Tentunya tetap harus disiplin menerapkan Protokol Kesehatan dan physical distancing," imbuhnya.

Adaptasi kebiasaan baru di Ciamis dimulai 12 Juni 2020, usai PSBB perpanjangan. Diharapkan para ulama ikut serta membantu mensosialisasikan persiapan AKB kepada masyarakat Ciamis.

Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Ciamis Nonop Hanafi mengatakan telah disepakati dengan seluruh pesantren, santri datang dimulai 14 Juni 2020. Santri telah diarahkan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Santri asal luar Jawa Barat diberikan keringanan untuk kedatangan. Karena mengalami keterbatasan transportasi serta kebijakan setiap daerah berbeda.

"Sebelum kembali ke pesantren, para santri telah kami ingatkan untuk menjalani isolasi mandiri dulu di rumah sebelum datang ke pesantren," jelas Nonop.

(mud/mud)