BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Jabar, Warga Diminta Waspada

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 16:41 WIB
Gelombang pasang masih terus terjadi di pesisir pantai Pangandaran, Kamis (28/5/2020). Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pangandaran menghimbau agar semua nelayan menghentikan sementara aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi di Pangandaran beberapa waktu lalu (Foto: Faizal Amiruddin)
Bandung -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Peringatan dini itu berlaku sejak Rabu 3 Juni hingga Jumat 5 Juni 2020.

Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan prediksi peringatan gelombang tinggi dikeluarkan karena adanya peningkatan kecepatan angin.

"Kecepatan angin antara 7 sampai dengan 46 kilometer per jam," kata Tony kepada detikcom, Rabu (3/6/2020).

Lebih lanjut, perairan dan Samudera Hindia Selatan Jawa Barat umumnya berpotensi hujan ringan hingga sedang dan kadang disertai petir. Selain di Jawa Barat, hal serupa juga diprediksi terjadi di Jawa Tengah dan DIY.

BMKG juga mencatat arah angin pada umumnya bertiup dari arah Barat Laut hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar 4 sampai 20 Knot. Dengan analisa tersebut, ketinggian gelombang laut diprediksi berkisar antara 2 sampai 5 meter.

Wilayah yang diprediksi akan mengalami gelombang 2,5 sampai 4 meter berada di perairan Sukabumi Cianjur, perairan Garut Pangandaran, perairan Cilacap, perairan Yogyakarta, dan perairan Kebumen Purworejo.

Sementara itu, wilayah dengan prediksi gelombang sangat tinggi hingga mencapai 4 sampai 6 meter berada di perairan Samudera Hindia Selatan Jawa Barat dan Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah.

Dengan adanya prediksi gelombang tersebut, BMKG mengimbau agar warga terutama yang tinggal di pesisir pantai tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas di rumah dengan kondisi cuaca.

"Imbauan agar masyarakat di sekitar pantai, menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi cuaca tersebut." Pungkasnya.

(mud/mud)