Salat Jumat 2 Gelombang, Persis Jabar: Boleh Kalau Sangat Darurat

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 15:47 WIB
Pemerintah Kota Bogor untuk pertama kalinya menggelar salat Jumat di Masjid Baiturrahman. Wali Kota Bogor Bima Arya turut hadir dalam ibadah tersebut.
Salat Jumat di Kota Bogor saat pandemi Corona. (M Sholihin/detikcom)
Bandung -

Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat ikut menanggapi soal salat Jumat dua gelombang. Persis tak mempermasalahkan bila memang dalam kondisi darurat.

"Sebetulnya kalau dua gelombang memang di kita pembahasannya boleh-boleh saja kalau misalnya sangat perlu dan sangat darurat sehingga dilakukan perlu dua gelombang tapi dengan waktu yang tidak lama, dengan protokol kesehatan juga harus," ucap Ketua PW Persis Jabar Iman Setiawan Latief kepada detikcom, Rabu (3/6/2020).

Iman menyatakan, meski tak mempermasalahkan salat Jumat dilakukan dua gelombang, pihaknya tetap mengupayakan agar salat Jumat dilakukan hanya satu gelombang. Pelaksanaan dua gelombang dilakukan apabila memang kondisinya darurat.

"Di kita (Persis) diupayakan satu gelombang. Karena dilakukan bukan di dalam, tapi di luar, di halaman. Apalagi di pesantren-pesantren. Tapi, kalaupun dilakukan dua gelombang, itu karena darurat, bisa dilakukan," katanya.

Bila dilakukan dalam dua gelombang, kata Iman, pelaksanaan salat Jumat pun diupayakan dipersingkat. Salat dan khotbah diupayakan selesai dalam waktu maksimal 15 menit.

"Jangan terlalu lama. Sampai saat ini satu gelombang juga nggak lama, 15-20 menit dengan salat. Ini untuk mencegah terlalu lama. Apalagi dua gelombang, maksimal 15 menitlah," ujar Iman.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat tak menganjurkan pelaksanaan salat Jumat dua gelombang. Menurut MUI Jabar, pelaksanaan salat Jumat dua gelombang tidak sah.

"Jadi salat Jumat dua gelombang itu tidak sah," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat dihubungi, Rabu (3/6/2020).

(dir/bbn)