Periksa Pengunjung Pasar, Pemkab Sukabumi Siapkan 2.300 Alat Rapid

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 14:34 WIB
Rapid Test di Sukabumi
Pelaksanaan rapid test massal di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Pemkab Sukabumi menggelar rapid test massal di beberapa pasar semi modern dan tradisional di wilayahnya. Pemeriksaan tersebut berlangsung serentak di delapan pasar.

Titik tersebut berlokasi di Cicurug Parungkuda, Cibadak, Cisaat, Sukaraja, Surade, Pangleseran dan Palabuhanratu. "Sebanyak 2.300 alat rapid test disiapkan untuk pemeriksaan massal," ujar Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat memonitor pelaksanaan rapid test masal di Pasar Sukaraja, Senin (01/02/2020).

Meski pengambilan sampel darah kilat atau rapid test tidak bisa menentukan seratus persen soal paparan virus COVID-19, kegiatan ini dapat menentukan pemeriksaan dan pelacakan awal. "Mudah-mudahan dengan kegiatan rapid test ini kita bisa segera keluar dari zona merah. Kami juga meminta masyarakat melakukan gerak bersama, minimal dengan jaga jarak serta menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh," tutur Marwan.

Pantauan detikcom di Pasar Palabuhanratu, sejumlah warga terlihat mengikuti pengambilan sampel darah. Beberapa di antaranya sembunyi-sembunyi menghindari petugas. Satu per satu warga dimintai keterangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Andi Rahman yang ditugasi mengawasi proses pengambilan rapid di Palabuhanratu mengatakan ketika ada yang reaktif maka akan segera dilakukan penanganan selanjutnya

"Ketika ada yang reaktif khusus di wilayah Palabuhanratu, kita posisikan di Rusunawa. Cicurug di Cimalati, Parungkuda dan Cibadak di belakang RSUD Sekarwangi, untuk wilayah Jampang di Sagaranten aada 500 ruangan, untuk Sukaraja, Sukalarang, Cireunghas di Asrama Haji," ujar Andi.

Ia menjelaskan saat warga reaktif tersebut menolak diisolasi di lokasi itu, maka akan dilakukan pendampingan dan diperbolehkan di rumah asal memenuhi protokol kesehatan.

"Misalkan dia ada rumah kamar tiga, satu bisa dipakai untuk isolasi asalkan ada kamar mandi di dalam (kamar). Kalau tidak memenuhi syarat mau tidak mau kita bawa dan tempatkan di isolasi kita, misalkan sekarang reaktif besok kita periksa swab," ucap Andi.

(sya/bbn)