Berita Jabar Sepekan: Ustaz Setubuhi Santrinya 4 Tahun-15 Daerah New Normal

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 09:55 WIB
Presiden Joko Widodo hari mengunjungi mal yang berada di Bekasi. Kedatangannya itu untuk meninjau kesiapan Bekasi menjalankan skema new normal.
Foto: Rifkianto Nugroho
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat dalam sepekan ini. Mulai dari anggota dewan Pangandaran yang membubarkan tempat karantina, guru madrasah yang mencabuli santrinya selama 4 tahun hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperpanjang di 12 daerah.

Berikut rangkuman berita terpopuler dalam sepekan ini:

15 Daerah New Normal di Jabar, 12 Lanjutkan PSBB

Pemberlakuan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jawa Barat akan tetap dilakukan pada Senin 1 Juni 2020. Namun, penerapan new normal di Jabar akan dilakukan di zona biru atau 15 daerah. Sementara 12 daerah melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Bahwa yang diizinkan the new normal atau AKB ada 60 persen (atau) 15 daerah dan direkomendasikan melanjutkan PSBB parsial ada 12 daerah atau 40 persen," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (29/5/2020).

Emil, sapaannya, menyatakan persentase 60 dan 40 persen itu didapat dari hasil kajian beberapa daerah terkait penyebaran COVID-19. Menurut Emil, 60 persen atau 15 daerah di Jabar sudah masuk zona biru dan diizinkan menerapkan new normal sedangkan 40 persen atau 12 daerah di Jabar masuk zona kuning yang direkomendasikan melanjutkan PSBB.

"Jadi 60 persen yang level dua (atau) biru diizinkan AKB. Kemudian yang 40 persen zona kuning karena kami tetap waspada, nggak mengendurkan pengawasan, maka yang 40 persen kuning atau 12 kota-kabupaten kami tetap rekomendasikan PSBB," tutur Emil.

PSBB wilayah kuning terbagi dua yaitu Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) dan di luar Bodebek. Untuk daerah yang masuk wilayah Bodebek akan melanjutkan PSBB sesuai ketentuan PSBB di DKI Jakarta hingga 4 Juni. Sedangkan daerah zona kuning yang berada di luar Bodebek melanjutkan PSBB hingga 12 Juni 2020.

"Nah PSBB dibagi dua deadline untuk zona kuning Bodebek. Karena Bodebek semua kuning, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi masih kuning, rekomendasi PSBB. Tapi karena klaster Jakarta, jadi PSBB sampai 4 Juni. Kemudian ada tujuh (daerah) di luar Bodebek yang masih kuning, itu direkomendasi PSBB parsial sampai tanggal 12 Juni," kata Emil.

15 daerah yang masuk zona biru, diizinkan new normal atau AKB yakni, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi dan Kota Tasikmalaya.

12 daerah yang masuk zona kuning atau direkomendasikan melanjutkan PSBB yakni, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi dan Kota Depok.

Dalam hal ini, rumah ibadah dan mal dibuka. Namun, dirinya ingin masyarakat tidak bereuforia, pasalnya penerapan new normal ini dilakukan secara bertahap.

"AKB ini bertahap, masyarakat jangan euforia. Jadi pada saat diumumkan di 15 daerah tadi oleh bupati-wali kota tidak boleh euforia. Karena akan dilakukan bertahap. Apa tahapnya? Pertama, rumah ibadah di zona biru per 1 Juni dipersilakan," ucap Gubernur.

Untuk tahap kedua, sambung Emil, sapaannya, akan dilakukan terhadap sektor ekonomi. Namun pembukaan sektor ekonomi tidak akan menyeluruh dan hanya yang memiliki risiko kecil penularan COVID-19.

"Ekonomi mana yang didahulukan, hasil kajian dari ilmuwan di Jabar yaitu ekonomi yang risiko kecil tapi impact-nya besar, hasil kajian mengatakan industri. Maka pembukaan ekonomi di daerah yang sudah diizinkan adalah industri dan perkantoran. Tahap ketiga baru retail, mal yang sifatnya hilir mudik orang keluar masuk silih berganti," tutur Emil.

Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, pihaknya saat ini masih melakukan penelitian terkait hal tersebut. "Khusus sekolah, belum boleh (beraktivitas) meski di zona biru. Kami akan meneliti lebih dalam karena jumlahnya jutaan. Ini keselamatan anak-anak harus kita utamakan," tuturnya.

"Jadi dari penahapan AKB ini, sekolah mungkin terakhir, sampai kami betul-betul yakin tidak ada ancaman luar biasa," tambahnya.

Tonton juga '

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4