New Normal, Pemkab Sumedang Siapkan Aturan Main untuk Aktivitas Warga

Muhamad Rizal - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 18:58 WIB
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom).
Sumedang -

Pemprov Jabar berencana menerapkan new normal mulai 1 Juni 2020 mendatang. Pemkab Sumedang segera menindaklanjuti rencana tersebut dengan melakukan berbagai persiapan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengaku telah menggelar rapat untuk membahas penerapan new normal di wilayahnya. Hal itu dinilai penting agar penerapannya bisa berjalan secara maksimal.

"Menyikapi new normal ini tentunya butuh persiapan yang matang, sehingga tidak menimbulkan jumlah kasus baru dan juga sebaran baru. Jangan sampai di new normal ini COVID yang sudah terkendali menjadi tidak terkendali," kata Dony, melalui sambungan telepon, Rabu (27/5/2020).

Dia menyatakan persiapan penerapan new normal harus dipersiapkan secara matang. Pasalnya, dia tidak ingin penerapan new normal malah membuat penanganan COVID-19 menjadi tidak terkendali.

"Saya meminta semua SKPD sudah siap, kita akan melakukan cek terakhir persiapan pada Jumat sore. Pemberlakuan new normal, jangan sampai menjadi Abnormal. Nanti setelah Jumatan kita akan melaksanakan simulasi new normal agar (tahu) sejauh mana persiapannya," ucap Dony.

Menurut dia, new normal bukan berarti aktivitas warga kembali seperti biasa. Namun, kata dia, dengan new normal ini warga harus tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Corona.

"Ini bukan relaksasi atau pelonggaran. Kita beradaptasi melakukan pola hidup yang berjalan dalam tatanan kehidupan baru. Kita harus produktif, namun tetap aman. Kita melakukan aktivitas dengan melakukan beberapa persyaratan dan protokol kesehatan," ucapnya.

"Jadi secara umum kami menyiapkan aturan mainnya, kemudian aturan main itu untuk setiap aktivitas yang dijalankan baik itu keagamaan, ekonomi, sosial budaya dan pendidikan," tambah Dony.

Dony meminta setiap SKPD membuat SOP nya masing-masing bagi lingkungannya dan bagi pelaksanaan tupoksinya agar dapat melayani masyarakat dengan baik.

"Contohnya Dinas Indagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM) untuk pasar tradisional, pasar modern toko dan warung seperti apa harus ada satuan gugus tugas di setiap pasar untuk dipantau," ujar Dony.

"Bagaimana persiapan-persiapan new normal ini betul-betul dijalankan secara matang kemudian SDM kita siap menjalankannya dan dengan kami yang mengawasinya," ujar Dony.

(mso/mso)